Awalnya kebetulankah?
Kata orang, tidak ada yang namanya kebetulan, semuanya sudah diatur oleh Allah Sang Maha Kuasa. Don’t you believe that? So do I.
Awal tahun 2014, aku hendak pergi melakukan magang di salah satu bank syariah di Bali. Dengan menggunakan pesawat LCC (Low Cost Carrier), aku sampai ke terimal tiga (waktu itu belum ultimate seperti sekarang) beberapa jam lebih cepat. Setelah check in dan menaruh bagasi, aku menunggu di tempat tunggu sambil terus mengecek waktu. Tak kusangka, aku bertemu dengan seniorku di FIM (sebuah pelatihan pemuda tingkat nasional), Faatih Natasha namanya. Kami pun saling bertegur sapa. Kami awalnya tidak terlalu mengenal, hanya sekadar tahu nama masing-masing. Kak Sasha ini baru lulus dari FE UI jurusan manajemen dan sedang bekerja di Jakarta. Aku pun menanyakan apa rencana ke depannya, dia mengatakan akan mengikuti program working and holiday visa ke Australia.
Aku yang baru mendengar program tersebut diberikan penjelasan yang cukup lengkap dan memuaskan. Aku ingat sekali salah satu percakapan kita waktu itu, “Jadi nanti Kak Sasha mau kerja apa disana?.” Dijawabnya, “Aku mau jadi tukang cuci piring aja, yang gak pake mikir kerjanya.” Aku bergumam dalam hatiku, “Masa lulusan FEUI yang sangat supel dan aktif ini, mau jadi tukang cuci piring.” Namun ketika Kak Sasha menceritakan mengenai gaji yang akan didapatnya, tertegunlah diriku. Gajinya seminggu bisa mencapai delapan dijit rupiah.
Setelah percakapan yang cukup mind blowing itu, kami pergi ke pesawat masing-masing, walaupun sebenarnya tujuan kami sama. Bertukar kontak dan tidak pernah ketemu sekian lama setelahnya. Namun itulah kebetulan yang cukup merubah pathway hidupku. Sungguh ya, Allah Al-Mudabbir (Maha Mengatur Segala Urusan)
وَعِندَهُۥ مَفَاتِحُ ٱلْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَآ إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍۢ فِى ظُلُمَٰتِ ٱلْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍۢ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِى كِتَٰبٍۢ مُّبِينٍۢ وَعِندَهُۥ مَفَاتِحُ ٱلْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَآ إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍۢ فِى ظُلُمَٰتِ ٱلْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍۢ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِى كِتَٰبٍۢ مُّبِينٍۢ
“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)" (QS 6:59)







