Harga diri kita tidak datang dari barang yang kita pakai
Sabtu Bersama Bapak
seen from Mexico

seen from United Kingdom
seen from United Kingdom

seen from United Kingdom

seen from Switzerland

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States

seen from Australia
seen from United Kingdom

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from China
seen from United States
seen from Russia

seen from United States
seen from Germany
seen from Austria
Harga diri kita tidak datang dari barang yang kita pakai
Sabtu Bersama Bapak
Membangun sebuah hubungan itu… Butuh seseorang yang solid Yang samasama kuat Bukan yang saling mengisi kelemahan Karena untuk menjadi kuat adalah tanggung jawab masing-masing setiap orang Bukan tanggung jawab orang lain…
Aditya Mulya- #sabtubersamabapak
03.03.15
Just finished read this book.
Someone had recommended this book long time ago, tapi baru berani baca setelah berkali-kali mikir takut mewek bacanya dari awal ampe akhir. In fact, saya bisa ketawa ngakak, tersentuh, berbunga-bunga sendiri, persamaan nasib dengan si Cakra, ngerasa bego, sampe nangis dalam waktu yang berdekatan. Dan saya belajar banyak dari buku ini. Belajar arti kesederhanaan hidup dan bekal untuk melanjutkan proses ke arah yang lebih maju.
Overall, I like it’s simple stories of family. Ceritanya ngalir, mudah dicerna, dan banyak kata-kata yang ‘ngena’ untuk kehidupan sehari-hari. Yang paling inspiratif, saya sangat kagum dengan kebijaksanaan bapak. It’s feel so good to have a good book and nice ending.
Dear every boys, I think you should put this book in one of your to-read-list. Yap~~
Bacaan hangat di sabtu sore hari ini
Salah satu percakapan di Novel Sabtu Bersama Bapak
Cakra [C] : Mam... sebenernya ada kok, alasan kenapa Saka sampai sekarang gak nikah. Atau belum punya pacar.
Bu Itje [I] : ....
C: Saka membuktikan kepada diri sendiri dulu. Bahwa Saka siap lahir batin untuk jadi suami. Makanya ngejar karier dulu. Belajar agama dulu. Nabung dulu. Kalau Saka udah pede sama diri sendiri, Saka akan pede sama perempuan.
I: ....
C: Rumah ini adalah persiapan yang terakhir.
Ibu Itje melihat betapa si Bungsu, di umurnya yang 30 ini, tetap bermuka komik,setiap kali berbicara.
C: Dan Saka setuju, sekarang waktunya cari pacar,
I: Ka, istri yang baik gak akan keberatan diajak melarat.
C: Iya sih. Tapi Mah, suami yang baik tidak akan tega mengajak istrinya untuk melarat. Mamah tahu itu. Bapak juga gitu, dulu.
*diambil dalam novel Sabtu Bersama Bapak karangan Aditya Mulya hlm. 17
Mungkin maksudnya, suami istri yang baik itu yang gak saling menyusahkan ya. Yang saling mengerti dan saling menjaga *gitu kali ya,buat kesimpulan sendiri*
Bapak minta kalian bermimpi setinggi mungkin. Dengan syarat, kalian merencanakannya dengan baik. Bapak minta kalian bermimpi setinggi mungkin. Dengan syarat, kalian rajin dan tidak menyerah.
Adhitya Mulya, dalam buku Sabtu Bersama Bapak hlm. 151
..bahwa meminta maaf ketika salah adalah wujud dari banyak hal. Wujud dari sabar bahwa seseorang cukup mawas diri bahwa dia salah. Wujud dari kemenangan dia melawan arogansi. Wujud dari penghargaan dia kepada orang yang dimintakan maaf. Tidak meminta maaf membuat seseorang terlihat bodoh dan arogan.
Aditya Mulya, dalam novel Sabtu Bersama bapak hlm. 80