Film Christopher Nolan yang dibuat dan tayang tahun 2000 ini bisa dibilang yang terbaik darinya di genre psychological thriller. Lebih detilnya, neo-noir psychological thriller yang menceritakan tentang seorang penderita anterograde syndrome, yaitu ketidakmampuan seseorang membuat memori baru. Sindroma ini biasanya terjadi akibat trauma, bisa fisik (terbentur) atau mental (shock). Si penderita hanya bisa mengingat dalam waktu sangat singkat.
Ah ya, kenapa bisa dibilang terbaik? Selain karena genre dan sainsnya, plot ceritanya juga nggak biasa. Plotnya non-linear pakai narasi fabula and syuzhet. Plot ini dibuat dalam dua cerita yang berjalan paralel sepanjang film hingga akhirnya menyatu. Satu cerita memiliki plot maju, menceritakan tentang memori tokoh utama sebelum menderita sindroma itu. Satu cerita lagi yang memiliki plot mundur tentang si tokoh setelah menderita sindroma.
Plot begini awalnya bikin bingung. Sampai sekitar 30 menitan pertama, masih adaptasi ini apa terus kok begini. But once you get the idea of this film, you’ll fully enjoy the ride. Ini bukan jenis film thriller yang bikin menahan nafas ataupun adrenaline rush. Tapi dijamin, film ini bikin menahan buang air hingga nggak sadar kalau sudah kebelet. Plot seperti ini memang cocok dengan genre dan ide ceritanya. Penonton diajak mengerti gimana jadi penderita anterograde syndrome yang bingung membedakan mana persepsinya terhadap memorinya yang terdahulu dengan hal-hal yang baru terjadi tapi tidak bisa diingatnya. Kebingungan itu yang kurang lebih terjadi pada penderitanya. Bahkan neurologist bilang penggambaran confusion-nya mendekati yang dirasakan betulan oleh penderitanya.
Apalagi dengan genre neo-noir itu yang membuat suasana dalam film ini terasa banget. Film noir biasanya ditandai dengan gambar b/w yang ala-ala lawas seperti film-film Jerman zaman dulu. Semacam ada vignette gitu. Sementara neo biasanya digambarkan sebagai era baru perfilman, yang sudah berwarna. Ini merupakan hint dari plotnya Memento ini.
Ceritanya tentang penderita anterograde syndrome yang lagi mencari tahu siapa pembunuh istrinya untuk membalas dendam. Namanya Leonard ‘Lenny’ Shelby. Karena setelah istrinya meninggal Lenny menderita sindroma tersebut, dia kesulitan untuk mengingat informasi. Lenny punya polaroid dan selalu mencatat informasi yang baru diterimanya. Bahkan Lenny juga bikin tato tentang informasi yang harus selalu diingat dan merupakan informasi penting.
“Memory can change the shape of a room; it can change the color of a car. And memories can be distorted. They're just an interpretation, they're not a record, and they're irrelevant if you have the facts.” - Lenny Shelby
Badan Guy Pearce yang keren bisa jadi hint kenapa film ini nggak pakai aktor kenamaan. Om Nolan yakin kalau ide cerita dan plot dari film ini sudah sangat keren. Jika Om Nolan memakai aktor-aktor kenamaan seperti Brad Pitt, Jennifer Lawrence, atau Leonardo di Caprio, penonton bisa jadi malah terfokus dengan pemain filmnya dibanding ceritanya. Maka Om Nolan percaya pada Guy Pearce yang biasa main film indie juga dan Jon Pantoliano untuk membangun karakternya. Tapi kalau mau lihat aktor-aktor yang lebih populer di film superbagus ini, berdoa saja untuk Memento yang sejak 2015 ingin di-remake.
Salut juga buat adiknya Om Nolan, Jonathan Nolan, yang pertama bilang ide ini ke kakaknya dan membuat short story Memento Mori.
IMDB score: 8.5
Note: Guy Pearce bukan kakaknya Pev Pearce. David Bowie juga mengisi soundtrack-nya.
I have to believe in a world outside my own mind. I have to believe that my actions still have meaning, even if I can't remember them. I have to believe that when my eyes are closed, the world's still there. Do I believe the world's still there? Is it still out there?... Yeah. We all need mirrors to remind ourselves who we are. I'm no different.