Surat Sahabat
Bersama memang terasa lebih indah. Namun, bagaimana jika jarak memisahkan kita? Akankah kita bertemu kembali? Ketika kita bertemu dalam keadaan yang sama, ketika kita memiliki tujuan yang sama, ketika banyak kesamaan lainnya diantara kita. Hari terasa lebih berwarna dan penuh makna. Universitas kehidupan. Itulah nama lembaga yang menyatukan kita. Ketika rasa malas mulai menghampiri, kita saling menyemangati, berbagi motivasi. Hingga tak ada alasan untuk bersedih kembali. Tak ada sahabat sejati, jika tak bersama saat duka menghampiri. Sebuah anugerah dari Ilahi, kita dapat bertemu dan berbagi. Bukan hanya berbagi materi, tetapi berbagi cerita pengalaman pribadi yang sungguh sangat berarti. Sahabatku, baiklah di sana. Hanya do’a yang bisa kutitipkan untuk kebaikanmu, saat raga tak bertemu. Rindu ini terasa menyesakkan dadaku, tapi apalah daya. Raga ini tak sampai untuk menjangkau keberadaanmu. Biarlah bait-bait do’a yang kembali mempertemukan kita. Pertemuan pertama kita berada di langit kan? TakdirNya lah yang membuat kita bertemu, bukan hanya bertemu bahkan dipersatukan dalam ikatan yang kita namakan persahabatan. Semoga ikatan persahabatan kita tetap terjaga, bukan hanya di dunia tetapi juga di akhirat sana. Aamiin










