Semua ada masanya, Jangan terburu, kita takan melihat indahnya pelangi dimalam hari, meski kita bisa merasakan ibdahnya mimpi di siang hari. #Alambuh https://www.instagram.com/p/B_JxfeOjOAT/?igshid=13yz8yriyyhk0
seen from Kosovo

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Moldova
seen from Ukraine
seen from United States
seen from Germany

seen from Switzerland
seen from France

seen from United States
seen from Canada
seen from Russia
seen from China
seen from Switzerland
seen from United States
seen from China
seen from Russia

seen from Switzerland
seen from Singapore
seen from China
Semua ada masanya, Jangan terburu, kita takan melihat indahnya pelangi dimalam hari, meski kita bisa merasakan ibdahnya mimpi di siang hari. #Alambuh https://www.instagram.com/p/B_JxfeOjOAT/?igshid=13yz8yriyyhk0
Ngeluh Soal Batuk dan Flu!!
Sudah satu bulan lebih saya batuk dan flu. Siklusnya reda-kambuh-reda-kambuh begitu terus sampai akhirnya saya kesal sendiri. Bermula ketika akhir tahun lalu, ketika saya menghabiskan waktu dengan salah satu kawan di pantai. Siang itu terik luar biasa, tapi kami berdua sudah nangkring di atas bukit sambil leha-leha menikmati angin. Matahari masih garang sampai kemudian kami turun ke bawah dan membeli es pelangi. Jajanan terkutuk yang sudah membuat saya penasaran dan membelinya siang itu. Lalu, tepat saat malam tahun baru, saya hanya meringkuk di balik selimut karena demam. Sebulan ini saya memang tidak mengonsumsi obat apapun. Hanya teh tawar hangat setiap pagi untuk menghangatkan tubuh. Saya hanya menuruti kata seseorang untuk tidak terlalu bergantung pada obat, -saya ingin misuh-misuh karena saya tetap sakit sampai sekarang. Padahal sebetulnya saya ini hampir tidak bisa lepas dari obat. Sakit sedikit sudah kelabakan mencari obat. Di rumah ibu, kebetulan rumahnya dekat dengan kebun karet, sungai dan persawahan. Hal yang membuat pagi di sini 4 kali lipat lebih dingin dibandingkan dengan udara pagi di kota, tempat tinggal sementara saya sebelumnya. Dua tahun menetap di daerah yang cukup panas, membuat daya tahan tubuh saya menjadi cengeng. Sedikit kaget ketika harus di rumah agak lama. Jadilah batuk dan flu saya tak kunjung sembuh. Maka setiap hari dengan siklus yang sama saya harus merasakan flu yang luar biasa. Bangun pagi dengan cuaca dingin-yang-tetap-menembus-kulit-meski-berbalut-selimut, bersin-bersin sampai hidung saya merah dan mata saa berair, lalu menyeduh teh panas untuk menghangatkan diri, bersin-bersin lagi sambil sentrap-sentrup, sampai akhirnya tidur siang menghilangkan flu saya. Begitu terus setiap hari. Entah memang saat ini tubuh saya sedang tidak baik-baik saja, atau cuaca yang memang sedang labil-labilnya, yang pasti saya sudah kesal dengan batuk dan flu yang tak kunjung hilang ini. Sekaligus ingin menghilangkan rasa kesal yang ikut datang setiap kali saya ingin menelan obat, tapi saya urungkan karena saya ingin membuktikan omongan orang tersebut benar, jangan terlalu memanjakan sakit! Dan juga rasa yang ingin saya hilangkan, kekosongan yang mendadak hilang seiring bertambah parahnya batuk dan flu saya setiap harinya.