Sisi Lain
Sekali lagi dengan lantang kuteriakkan, “Aku punya Tuhan, dan aku adalah Milik Tuhan”. Pelik nian perihal pencitraan, apa yang tampak tidak menjamin isi didalamnya. Sungguh aku tidak dendam dan tidak pula marah pada kalian yang telah mencabik-cabik serta membuyarkan sekian banyak dimensi dalam hidupku, karena aku punya Tuhan dan aku adalah milik Tuhan. Yang kutahu dan kuambil saripatinya adalah semakin tertekan, Tuhan semakin menganugerahkan kekuatan, kecerdasan dan kesempatan untuk meraih yang lebih baik lagi.
Dijatuhkan-dibangunkan-dihancurkan-dibangkitkan, menderu rasa menghantarkan bait-bait kata tak ber-asa. Menancapkan keyakinan penuh bahwa aku punya Tuhan dan aku milik Tuhan, semua proses akan terjalani. Keterikatan bahwa semesta hanyalah fana, harus sanggup kureguk tanpa basa-basi sekalipun kering kerongkongan ini bahkan luka yang menganga belum terobati, tapi untu rasa sakitnya perlahan kuabaikan.
Bukankah setiap tindak tanduk akan dipertanggung jawabkan? Maka sebaiknya kita bersiap saja!











