Kalau nanti ambisi jadi nomor satu, semoga bukan karena nyaman melihat yang lain dari atas, tapi karena mau mengajak yang lain ke atas.
—dari buku "Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini", Marchella FP

seen from Türkiye

seen from Malaysia

seen from Japan
seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from Algeria
seen from Thailand

seen from Japan
seen from T1
seen from United States
seen from Türkiye
seen from Germany
seen from India
seen from China
seen from China

seen from Australia
seen from Netherlands

seen from United States

seen from United States
Kalau nanti ambisi jadi nomor satu, semoga bukan karena nyaman melihat yang lain dari atas, tapi karena mau mengajak yang lain ke atas.
—dari buku "Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini", Marchella FP
Jika kita bisa sebegitu kerasnya bersusah payah untuk memperjuangkan dunia. Lalu kapan terakhir kali kita bersusah payah untuk memperjuangkan akhirat kita?
MEMULAI KEMBALI
Awalnya sulit untuk mengembalikan diri yang sempat jatuh di hari lalu untuk bangkit kembali menggapai yang belum tercapai. Namun, jika ia tak bangkit lalu siapa lagi yang akan menjadi tempatnya bertumbuh dan menggapai hal-hal baik di depan sana.
Walau tak selalu pasti, tapi memiliki tekad untuk bangkit kita coba lagi yang kemudian kita mulai kembali. Jika sulit, tetap kita usahakan. Jika harus usaha dua kali mari kita perjuangkan berkali-kali.
Terimakasih sudah bertahan dan tetap bangkit dari hal-hal yang ingin merenggut ambisi mu itu untuk maju.
Teruslah bertahan hingga detik akhir itu sampai.
(25/04/26)
Pelari yang ingin menang juga larinya sambil napas, kamu lari ngejar ambisi malah lupa napas.
Hehehe. Pelan pelan saja yuk, nanti juga sampai.
Usia tidak lagi muda, tetapi mirisnya kita masih terjebak pada kehidupan yang lebih menarik.
Puisi tak selalu berbicara tentang hati yang pasi
Atau bersenandung tentang sakitnya patah hati
Ia kadang berisi teriakan nurani
Yang menyuarakan ambisi
Atau berceloteh tentang makna yang berhasil diselami
Dari samudera kehidupan dunia yang tak abadi
Puisi adalah rajutan diksi yang menghasilkan narasi
Yang menimbulkan berbagai interpretasi
Maka lihatlah ia pada sudut pandang yang menghasilkan makna yang berarti.
@penaalmujahidah
Ambisi dan Skripsi
Topik ini cukup sensi buat mahasiswa tingkat akhir kayak gue. Skripsi, satu kata tapi cukup nyiksa.
Butuh waktu berbulan-bulan buat mengumpulkan niat menjadi ambisi. Gaya banget ambisi. Iya seriusan.
Gua itu tipikal orang yang ngga bisa nunda tugas, awalnya. Tapi pada akhirnya skip juga permasalahan beginian.
Tapi, gua kayak merasa berdosa banget tiap gua kagak pernah nyentuh file skripsi gua. Ga pernah chat dosen gua kalau mau konsul, hidup gua tuh kaya terbayang-bayang gitu. Lo pernah rasain ga si?
Gua tau permasalahannya apa, dan gua tahu solusinya itu apa, tapi setan-setan yang niup angin kemalasan ini kadang ngalahin gua buat nyusun tu skripsi.
Gua mau menang dari tu setan-setan kemalasan. Mari berambisi dan selesaikan skripsi.
Buat lu pada yang belum ngerjain skripsweet, gapapa. Semua orang tu punya jalan dan waktunya masing-masing kok. Ga perlu balapan. Lu masih mau drakoran ampe season ke 10 drama zombie pun gapapa. Gapapa banget.
Asal lu inget, lu punya tanggung jawab yang harus diselesaiin.
Manusia lupa, mereka diciptakan sempurna atas makhluk lain, bukan atas manusia lainnya.
Selama manusia masih membutuhkan manusia lainnya dalam usahanya untuk mencapai kesempurnaan, maka cacatlah status kesempurnaannya. Ga ada manusia yang sempurna. Yang ambisius... BANYAK.