MENCERMATI ANGLE PADA FOTO
Mengambil sebuah foto merupakan salah satu proses mengabadikan sebuah keadaan, situasi yang tidak akan mungkin terulang kembali. Meskipun demikian, bagaimana orang yang melihat menginterpretasikan foto yang diambil salah satunya adalah tergantung dari bagaimana fotografer mengambil angle. Berbeda angle tentunya akan berpengaruh pada pesan yang berbeda pada setiap gambar yang diambil. Nah sebetulnya ada berapa jenis angle di dalam fotografi sih COJ-ers, berikut ulasannya dari berbagai sumber.
1. High Angle
High angle berarti foto diambil dari sudut pandang yang tinggi, artinya pemotret berada pada posisi yang lebih tinggi dari objek foto. Angle ini digunakan untuk menangkap kesan luas dari objek. Dengan high angle kita bisa memasukkan elemen pendukung objek yang akan kita abadikan kedalam frame. Kesan dari penggunaan sudut pengambilan foto ini akan memberikan kesan luas dan kecil atas objek foto. Pengambilan foto dengan high angle juga bisa menghasilkan foto yang berbeda. Misalnya saat mengambil foto keramaian pasar, jalanan, atau lalu lintas di sebuah sungai.
2. Low Angle
Low angle berarti pemotretan dilakukan dari bawah. Sudut pemotretan mengambil objek lebih tinggi dari posisi kamera. Sudut pengembilan gambar ini digunakan untuk memotret arsitektur sebuah bagunan agar terkesan kokoh, megah dan menjulang. Namu, tidak menutup kemungkinan dapat pula digunakan untuk pemotretan model agar terkesan elegan dan anggun. Posisi kamera lebih rendah dari objek foto serta menghadap ke atas dan memberikan kesan kemewahan, kebesaran, atau kekuatan dari sebuah objek. Fotografer menggunakan sudut pengambilan foto ini untuk memotret bangunan agar memberikan kesan yang megah dari bangunan tersebut. Dalam foto komersil sebuah iklan otomotif, sudut ini tak jarang pula digunakan untuk memberikan kesan ketangguhan dari produk mereka. Juga pada sebagaian fotografer memanfaatkan low angle untuk memotret manusia.
3. Eye Level
Sudut pengambilan gambar, dimana objek dan kamera sejajar atau sama seperti mata memandang. Posisi dan arah kamera memandang objek yang akan diambil layaknya mata kita melihat objek secara biasa. Kamera dan lensa sejajar dengan objek. Biasanya digunakan untuk menghasilkan kesan menyeluruh dan merata terhadap background sebuah objek, menonjolkan sisi ekspresif dari sebuah objek (HI), dan biasanya sudut pemotretan ini juga dimaksudkan untuk memposisikan kamera sejajar dengan mata objek yang lebih rendah dari pada kita misal pengambilan foto potret terhadap manusia, posisi kamera sejajar dengan posisi mata kita sendiri. Terkadang, dalam travel fotografi pengambilan foto untuk mengabadikan aktivitas manusia, tekstur sebuah kota, atau interaksi dengan lingkungan sekitar kebanyakan menggunakan angle ini.
4. Bird Eye
Sudut pengambilan gambar pada bird eye berarti posisi objek dibawah atau lebih rendah dari kita berdiri. Biasanya sudut pengmbilan gambar ini digunakan untuk menunjukkan apa yang sedang dilakukan objek (HI), elemen apa saja yang ada disekitar objek, dan pemberian kesan perbandingan antara overview (keseluruhan) lingkungan dengan POI (Point Of Interest). Sebagai fotografer, pengambilan foto dengan angle bird eye memberikan kesan yang luas dalam foto yang kita hasilkan, ibarat penglihatan seekor burung. Misalnya adalah pengambilan foto tentang suatu daerah, perkotaan, atapun menggambarkan lanskap
5. Frog- View
Sudut penglihatan sebatas mata katak. Pada posisi ini kamera berada di dasar bawah, hampir sejajar dengan tanah dan tidak dihadapkan ke atas. Sebagian fotografer bersusah payah mengambil foto dengan sudut pengambilan ini, tak jarang pula mereka tiarap untuk menghasilkan foto yang bagus. Biasanya memotret seperti ini dilakukan dalam peperangan dan untuk memotret flora dan fauna.











