Anomali
Kalau kata Pak Sapardi, engkau adalah hujan di bulan Juni
Datang di saat yang tak seharusnya
Tiba di kala yang tak semestinya
Kalau kataku, kau adalah ENSO
Fenomena atipikal di waktu intermeso
Di saat ku santai mendengar lagu kalipso
Kurang ajar, memang. Hati ini kau anggap halte
Berhenti sejenak lalu pergi setelah menitip tekte
Sebentar, sebentar. Barangkali, memang aku yang payah
Pikiranku membuncah dengan asumsi dan paradigma yang salah
Dan kini, jatah usiaku berkurang lagi satu,
tubuh sudah tidak ke atas lagi bertumbuh, hati sudah lelah mendayuh
Kalau memang tidak bisa jadi tempat berlabuh, maka aku kan bersauh
Yah sudahlah. Mau bagaimana?
Barangkali memang saat yang belum tepat
Atau akunya yang masih kadang bangsat
Yang jelas, ada hal yang tidak jelas dan tak perlu penjelasan
Jalani saja dengan doa, sebaik-baiknya, selayak-layaknya
Iya kan? Kan iya.
Jakarta, 10/8/22. Tua. Hampir kepala tiga.











