Senzy.
Senzy, aku kangen kamu.
Kangen tentang semua hal, yang nggak bisa aku definisikan satu-satu. Karena kalau aku omongin itu lagi, cuma perih perih perih aja yang aku rasa. Perih karena aku mengenangmu tanpa adanya kamu, Senz. Perih karena terlalu indah dan singkat kenangan persahabatan kita itu.
Apa kabar kamu Senz?
Di atas sana gimana rasanya?
Di surga lagi ngapain aja kamu?
I miss you very deeply, Anselina Zai. I miss you.















