
seen from United States

seen from United States

seen from Canada
seen from Greece
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Singapore
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Canada

seen from Canada
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Germany

seen from United States

seen from United States
BTS RM, APEC ‘CEO Summit' Keynote Speech
그룹 방탄소년단(BTS)의 리더 RM이 29일 경주 예술의전당에서 열린 아시아태평양경제협력체(APEC) CEO 서밋에서 "K팝은 마치 비빔밥과 같다. 서로 다른 요소들이 각자의 고유한 정체성을 지키면서도 함께 어우러져 새로운 결과물이 된다"고 말했습니
[251029]
A sneak peak into the APEC CEO survey report A sneak peak into the APEC CEO survey report
KTT APEC 2013
APEC (Asia Pasific Economic Cooperation) merupakan kerja sama dalam bidang ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan perdagangan bebas di kawasan Asia-Pasifik. APEC pertama kali didirikan pada tahun 1989 di Canberra, Australia dengan anggota awal sebanyak 12 anggota ekonomi. Seiring perkembangannya, saat ini tercatat 21 anggota ekonomi yang tergabung dalam APEC, diantaranya adalah Australia, Brunei Darussalam, Kanada, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, SIngapura, Thailand, Amerika Serikat, Republik Cina, Hong Kong, RRC, Meksiko, Papua New Guinea, Chili, Peru, Rusia, dan Vietnam. APEC merupakan salah satu kerja sama antar kawasan terpenting di dunia yang juga menjadi penggerak perekonomian dunia. APEC menyumbang 54% GDP global dan 44% perdangangan dunia.
APEC diikat melalui konsensus dan kerja sama yang mengacu pada “Bogor Goals” yang disepakati pada tahun 1994 di Bogor, Indonesia. Bogor Goals yang disepakati adalah menciptakan perdagangan bebas dan terbuka serta meningkatkan investasi asing di anggota ekonomi pada tahun 2010 untuk negara maju, dan tahun 2020 untuk negara ekonomi berkembang. Dari Bogor Goals tersebut terbentuklah tiga fokus utama APEC yakni liberisasi perdagangan dan investasi, fasilitas bisnis, dan kerjasama ekonomi dan teknik (ECOTECH).
Sejak tahun 1993, anggota APEC secara rutin bertemu dengan tuan rumah yang digilir setiap tahunnya. Kepemimpinan dalam sekretariat dijabat secara bergilir tergantung pada negara yang menjadi tuan rumah pertemuan. Direktur Eksekutif dijabat oleh negara tuan rumah tahun tersebut, sementara Wakil Direktur Eksekutif berasal dari perwakilan negara tuan rumah tahun depan.
Fakta dan sejarah menunjukan bahwa perkembangan APEC tidak bisa dilepaskan dari peran serta Indonesia. Sejarah mencatat bahwa Indonesia ikut berperan dalam pendirian APEC di Australia. Indonesia juga merupakan tuan rumah KTT APEC 1994 yang akhirnya menciptakan rumusan Bogor Declaration dan Bogor Goals. Sementara itu faktanya, saat ini, ditengah gejolak ekonomi dunia, Indonesia tumbuh sebagai ekonomi terbesar di kawasan Asia Tenggara dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 6.5%. Indonesia juga saat ini menempati posisi ekonomi terbesar ke-16 di dunia.
Pada tahun 2013 ini, Indonesia berkesempatan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi APEC yang akan diselenggarakan di Bali pada Oktober mendatang. ABAC Meeting IV dan APEC CEO Summit 2013 merupakan salah satu rangkaian acara yang terdapat dalam KTT tersebut. Sementara itu, Indonesia juga berkesempatan menjadi tuan rumah setidaknya 4 dari 44 pertemuan dari 26 sub-fora dan komite APEC yang akan diadakan sebelum KTT APEC 2013 berlangsung. Terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah sekaligus ketua APEC 2013 ini seharusnya merupakan momentum bagi kebangkitan ekonomi Indonesia bagi perekonomian global.
Pada KTT APEC di Vladivostok, Rusia pada tahun 2012, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menyampaikan tema yang akan diusung Indonesia pada tahun 2013 ini, yakni “Resilient Asia Pasific; Engine Global Growth”. Dengan adanya krisis dunia, APEC harus dapat memastikan bahwa ekonomi anggotanya selain memiliki ketahanan yang tinggi (resilience) juga menjadi mesin (engine) pertumbuhan bukan hanya di kawasan Asia Pasifik tetapi juga di dunia. Indonesia juga ingin mewujudkan suatu kawasan Asia Pasifik yang terus tumbuh kuat, berketahanan, dan gigih dalam menghadapi dampak krisis ekonomi global.
Momentum APEC ini seharusnya dapat dimanfaatkan bagi kemajuan Indonesia dalam berbagai aspek ekonomi, seperti penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi dan ekspor Indonesia, serta pariwisata.
Meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai angka yang cukup baik jika dibandingkan dengan angka pertumbuhan ekonomi anggota APEC lainnya, angka tersebut masih didorong oleh tingkat konsumsi yang cukup tinggi. Peningkatan volume perdagangan internasional sudah seharusnya dilakukan Indonesia, terlebih lagi dengan adanya liberasi perdagangan (gain from trade) yang membuat perdagangan internasional antar anggota APEC dapat dilakukan dengan lebih mudah. Sayangnya dengan adanya liberasi perdagangan ini pulalah, maka semakin banyak produk-produk impor yang menggeser produk dalam negeri. Sehingga, selain volume perdagangan internasional, volume perdagangan domestik juga penting dilakukan mengingat Indonesia dengan penduduk yang melimpah merupakan pasar yang sangat potensial bagi negara-negara tetangga.
Indonesia juga sudah seharusnya mengubah kebiasaan menjual kekayaan alam dalam bentuk raw material ke negara-negara lain. Keuntungan penjualan akan lebih besar jika bahan mentah dapat diolah menjadi bahan jadi maupun bahan setengah jadi. Selain itu, dengan adanya penambahan nilai pada produk yang dijual juga dapat menciptakan lapangan kerja bagi lebih dari 55 juta tenaga kerja terlatih yang ada di Indoneisa. Generasi muda Indonesia juga sangat diharapkan untuk lebih mencintai dunia entrepreneur karena dengan banyaknya pengusaha muda yang inovatif akan membuat peluang menguasai pasar dunia terbuka lebar.
Untuk membuka lebih lebar peluang menguasai pasar dunia, diperlukan juga faktor konektivitas yang cukup baik. Sebagai tuan rumah pertemuan APEC 2013, Indonesia mempromosikan tiga konsep konektivitas, yakni konektivitas fisik, institusional, dan individu. Konektivitas fisik merupakan infrastruktur perdagangan, perjalanan, energi, dan telekomunikasi yang dapat memfasilitasi arus ekonomi yang berlangsung. Dengan indeks konektivitas sebesar 2.01, konektivitas fisik Indonesia terbilang cukup rendah jika dibandingkan dengan negara lainnya seperti Vietnam. Maka dari itu, Indonesia masih perlu meingkatkan konektivitas fisik nasional sehingga dapat melancarkan aliran dan pergerakan barang dan jasa.
Sementara itu, konektivitas individu antara penduduk dan propesional didorong oleh pariwisata, pendidikan, dan mobilitas tenaga kerja. Dengan diselenggarakannya APEC 2013 di Indonesia, seharusnya dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan Indonesia sebagai negara yang layak untuk dikunjungi. Terlebih lagi KTT ini diselenggarakan di Bali yang notabene merupakan pulau yang cukup terkenal di Indonesia, bahkan beberapa masyarakat dunia lebih mengenal Bali dibandingkan Indonesia itu sendiri. Perkembangan aspek pariwisata ini diharapkan dapat mengiringi perkembangan aliran dan pergerakan barang serta jasa dari Indonesia.
Kapasitas Indonesia sebagai ketua APEC akan dihadapkan pada sejumlah isu penting seperti peningkatan perdagangan terbuka, penguatan peran APEC dalam investasi, serta penguatan ketahanan ekonomi regional. Meskipun begitu dengan kekuatan tersebut, Indonesia seharusnya dapat pula mengedepankan kepentingan nasional, salah satu contohnya adalah dengan mengusung insiatif mendorong investasi infrastruktur dan memastikan terbukanya perdagangan internasional bagi Indonesia.