Awal tahun baru, timeline media sosial mulai diwarnai dengan tingakatan resolusi yang beragam dan selalu membuat saya berdecak segan, mengingat saya bukan tipe anak yang mahir merangkai resolusi untuk dijadikan realisasi (wkwkw..payah memang 😂). . Namun demikian, saya senang mengevaluasi sebagai tanda refleksi untuk membenahi diri. Evaluasi ini tergambar dari bagaimana saya menyikapi suatu kejadian. Bisa dalam bentuk tulisan, gambar, selipan doa, caption instagram, tindakan dan yang paling utama "rasan-rasan". Mwehehehe. . Karena kata orang, setiap kejadian yang ada merupakan sarana latihan untuk membentuk jiwa yang lebih matang. Ehem. . Jadi, jika ditanya tentang rangkuman utama evaluasi selama tahun 2017 kemarin, saya akan menjawab : kemampuan dalam bertahan. Yap, bertahan untuk tidak lari ataupun menghindar dari tiap kejadian. Not fake it, but face it till you make it (or survived) !












