Sak duwur2re jabatanmu, kabeh mau mergo restu lan doa Ibumu #asthabrata #prasetyaulahsaktibhaktipraja #pepiling #dongo
seen from United States
seen from Türkiye
seen from Ireland

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Italy
seen from Ireland
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Italy
seen from United States
seen from Germany
seen from China

seen from Ireland
seen from China
seen from China
seen from United States
Sak duwur2re jabatanmu, kabeh mau mergo restu lan doa Ibumu #asthabrata #prasetyaulahsaktibhaktipraja #pepiling #dongo
Sak duwur2re jabatanmu, kabeh mau mergo restu lan doa Ibumu #asthabrata #prasetyaulahsaktibhaktipraja #pepiling #dongo
Asthabrata dari Ramayana
Yang menarik sampai saat ini di Indonesia (Jawa) adalah adanya suatu ajaran falsafah yang terdapat di Ramayana, yaitu ajaran Rama terhadap adik musuhnya bernama Gunawan Wibisana yang menggantikan kakaknya, Rahwana, setelah perang di Alengka. Ajaran itu dikenal dengan nama Asthabrata, (astha yang berarti delapan dan brata yang berarti ajaran atau laku). yang merupakan ajaran tentang bagaimana seharusnya seseorang memerintah sebuah negara atau kerajaan. Ajaran dimaksud yang juga dapat dilihat dalam Diaroma gambar wayang di Museum Purnabakti TMII (1994 M), yaitu :
Bumi : artinya sikap pemimpin bangsa harus meniru watak bumi atau momot-mengku bagi orang jawa, dimana bumi adalah wadah untuk apa saja, baik atau buruk, yang diolahnya sehingga berguna bagi kehidupan manusia;
Air : artinya jujur, bersih dan berwibawa, obat haus air maupun haus ilmu pengetahuan dan haus kesejahteraan;
Api : artinya seorang pemimpin haruslah pemberi semangat terhadap rakyatnya, pemberi kekuatan serta penghukum yang adil dan tegas;
Angin : artinya menghidupi dan menciptakan rasa sejuk bagi rakyatnya, selalu memperhatikan celah-celah di tempat serumit apapun, bisa sangat lembut serta bersahaja dan luwes, tapi juga bisa keras melebihi batas, selalu meladeni alam;
Surya : artinya pemberi panas, penerangan dan energie, sehingga tidak mungkin ada kehidupan tanpa surya/matahari, mengatur waktu secara disiplin;
Rembulan : artinya bulan adalah pemberi kedamaian dan kebahagiaan, penuh kasih sayang dan berwibawa, tapi juga mencekam dan seram, tidak mengancam tapi disegani.
Lintang : artinya pemberi harapan-harapan baik kepada rakyatnya setinggi bintang dilangit, tapi rendah hati dan tidak suka menonjolkan diri, disamping harus mengakui kelebihan-kelebihan orang lain;
Mendung : artinya pemberi perlindungan dan payung, berpandangan tidak sempit, banyak pengetahuannya tentang hidup dan kehidupan, tidak mudak menerima laporan asal membuat senang, suka memberi hadiah bagi yang berprestasi dan menghukum dengan adil bagi pelanggar hukum.
Yahh,, sebuah wawasan yang bagus tentang sifat kepemimpinan yang baik ternyata juga dapat ditemukan dalam karya sastra klasik. Yang pada pengaplikasiannya dapat menumbuhkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas bagi negerinya.