Mempelajari istilah-istilahnya memang membutuhkan waktu agar tidak salah kaprah. Maka dari itu, biasanya perusahaan asuransi cenderung memberikan kebebasan pada calon tertanggung untuk meninjau polis asuransinya selama tujuh hari sebelum menyatakan setuju untuk membeli. Mumpung kamu berniat beli asuransi, yuk coba perhatikan beberapa hal penting dalam memahami polis asuransi kamu berikut ini!
1. Cari dan Lihat Halaman Pernyataan
Saat kamu memegang polis asuransi, cobalah buka halaman pernyataan yang berisi mengenai info dasar tertanggung dan rincian polis. Polis standar biasanya berisi informasi seputar produk yang dipilih, manfaat utama, manfaat tambahan (riders), dan bagaimana cara mengklaim nilai manfaat pertanggungan yang diberikan.
2. Baca Definisinya
Kebanyakan polis asuransi memiliki halaman glosarium atau berisi definisi-definisi istilah di dalam asuransi yang sering muncul di polis. Hal ini dilakukan agar kita bisa mengerti fungsi dan istilah asuransi yang terkesan kompleks atau susah dimengerti. Jika kamu merasa kurang jelas, kamu bisa cek melalui internet dengan memasukkan kata kuncinya di mesin pencarian seperti Google.
3. Perhatikan Konteks Pengecualian
Di setiap polis terdapat daftar berisi hal-hal yang tidak termasuk dalam rencana perlindungan kamu. Inilah yang disebut dengan pengecualian. Misalnya seperti peristiwa kecelakaan akibat sesuatu yang di luar tanggungan seperti olahraga ekstrim, bunuh diri atau melukai diri sendiri, melanggar hukum, dan kerusakan properti dengan unsur kesengajaan. Terlepas dari itu, kini beberapa perusahaan asuransi berlomba-lomba untuk meminimalisirkan konteks pengecualian yang cukup kompetitif; baik melindungi kamu dari kecelakaan lalu lintas, perjalanan bisnis, saat menonton konser, pertandingan olahraga, maupun saat menonton balapan!
4. Gunakan Masa Tenggang (Grace Period)
Kadang-kadang, beberapa hal yang dilupakan adalah masa tenggang. Polis asuransi kamu tentunya memiliki jatuh tempo untuk pembayaran premi, baik secara bulanan maupun tahunan. Saat jatuh tempo, biasanya kamu harus membayar premi sebelum atau sesudah tanggal tertentu. Setiap orang pasti memiliki pertimbangan untuk melanjutkan polis atau tidak. Masa tenggang ini dapat kamu manfaatkan untuk meninjau kembali polis asuransi yang kamu miliki. Jika kamu tidak ingin langsung membayar, kamu masih bisa menggunakan jatah masa tenggang yang biasanya diberikan paling maksimal 30 hari. Penting untuk diingat, di masa tenggang ini kamu masih terlindungi, lho. Jadi gunakan waktu ini sebaik-baiknya untuk menilai dan meninjau polis asuransi kamu.
5. Cek Kembali Ketentuan Polis
Coba perhatikan ketentuan polis asuransi kamu dari segi konteks persyaratan pihak tertanggung, yaitu kamu. Apakah kondisi kamu saat ini tidak melanggar aturan polis asuransi yang dibeli? Bagaimana dengan kelengkapan rincian data diri kamu? Apakah semua datanya dijawab dengan jujur dan dapat dipertanggungjawabkan? Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa kita sedang hidup dalam keadaan tertentu sesuai dengan yang telah dijelaskan di dalam polis. Tentu saja ini penting karena dapat mempengaruhi faktor kelancaran untuk mengklaim manfaat pertanggungan. Jangan sampai kamu atau pihak penerima manfaat tidak bisa mengklaim manfaat asuransi kamu karena ada data-data yang tidak sesuai dengan ketentuan polis.
6. Pengembalian Hak dan Pengaktifan Polis Kembali
Sebagian besar kontrak di polis asuransi jiwa terdapat pernyataan yang memberikan kamu kebebasan untuk berhenti membayar premi asuransi dan mengaktifkannya kembali suatu waktu dengan catatan ada perubahan dalam nilai premi baru yang harus dibayar nantinya. Fleksibel, kan? Sekarang nggak perlu takut untuk memahami asuransi yang akan kamu beli. Tunggu apalagi? Cari asuransi yang sesuai kebutuhanmu, ya!