Annual Writing Self-Evaluation (2019)
Kilas balik seluruh cerita fiksi yang makhluk ini buat setahun ke belakang.
(mari melupakan final untuk sejenak)
List of works published this year (from oldest to latest):
Januari
Keluarga
Monolog Malam
Februari
Disconnect (hanya prolog)
Kakak (publish cerita lama)
Ulang Tahun
Maret (judulnya berdasarkan prompts)
1. Chills
2. Broken Object(s)
3. Warmth
4. Wet
5. Buckets
6. “Let’s play hide and seek!”
7. Leaves
12. “It’s a hobby of mine.”
April
Biru dan Kelabu (publish cerita lama)
Hilang
Mei
-
Juni
-
Juli
Rokok
Agustus
-
September
-
Oktober (judulnya berdasarkan prompts #angstober)
1. Shattered Flowers
2. Castle of Glass
23. Full Moon
24. Morning Breeze
25. Nightmare
26. Yellow Tulip
27. Last Wishes
28. Broken Wings
30. A Little too Late
November
-
Desember
-
(Kesimpulan: Cuma nulis cerpen/drabble dan dipost di sini aja)
Work you are most proud of (and why):
None. Ku cinta karya-karyaku sama rata meski kadang kubilang sampah wkwk
Work you are least proud of (and why):
None. Ku cinta karya-karyaku sama rata meski kadang kubilang sampah wkwk (2)
A favorite excerpt from your writing:
Hatiku koyak.
Sama seperti kelopak bunga yang berserakan di panggung pelaminan, terinjak demi kebahagiaan orang lain.
‘Kebahagiaan orang yang dicintai adalah kebahagiaan kita juga’, apanya? Omong kosong.
(1. Shattered Flowers)
Share or describe a favorite comment you received:
Jarang ada yang komentar, tapi Teteh bilang dia jadi suka Hanif anakku, aku jadi merasa uwu anakku ada yang notis ehehehehe kusenang. Ku juga senang ada komentar dari Nda hehehe. ((((okeinipenjelasanrandombanget))))
A scene or character you wrote that surprised you:
Mia alias Mirana.
Karena aku jujur lupa udah nulis apa aja tahun ini, jadi merasa sedikit kaget waktu tau aku nulis satu cerita tentang Mia. Dia itu karakter yang kubikin paling lama dari semua cerita-cerita yang lain. Aku bikin karakter dia sejak SMP, tapi cerita dia belum kubikin sampai sekarang haha. Karena semakin bertambahnya umur, aku mikir bahwa pengkarakteran Mia harus benar-benar digali sedemikian rupa, jadi gak bisa main-main, apalagi setelah itu ada imbasnya ke Aruna dan Senja, juga karakter lain yang ceritanya enggak dipost di sini.
How did you grow as a writer this year?:
Sejujurnya sempet kecewa. Merasa gak menghasilkan karya selama setahun. Makanya bikin ini dan rasa kekecewaan lumayan terobati. Ternyata masih nulis beberapa karya meski semuanya hanya berupa drabble atau cerpen. << ketauan udah lupa nulis apa aja
How do you hope to grow next year?:
Lebih produktif. Nulis banyak drabble itu oke, cuma lebih asyik lagi kalau bener-bener bisa namatin satu cerita panjang atau novel atau novelet atau apalah namanya //heh.
Diksi juga lebih berkembang, jadi nulis gak cuma pake kata yang itu-itu aja.
Ingin juga bisa menulis sesuatu yang baru.
Berharap juga menulis sesuatu yang bisa menarik pembaca untuk berkomentar (segala kritik dan saran akan diterima dengan sangat senang hati).
Oh iya, banyak baca juga.
Who was your greatest positive influence this year as a writer (could be another writer or beta or cheerleader or muse etc etc):
Banyak sih. Selain komentar Teteh sama Nda, mulai kembali baca fanfic. Itu sangat membantu, bikin jadi kangen dan semangat untuk nulis.
Anything from your real life show up in your writing this year:
Ada. Satu cerita yang gak akan dipublish di sini.
Any new wisdom you can share with other writers:
Lebih ke pengingat untuk diri sendiri sih. Banyak baca. Banyak nulis. Banyak belajar hal baru. Hobi boleh tapi jangan lupakan kewajiban juga.
Any projects you’re looking forward to starting (or finishing) in the new year:
Ingin namatin cerita wibsib (Leila dan Hanif) sama seri bucin (Dira dan Garu meskipun lebih ke Garu). Kalau bisa nyentuh ke seri lembayungemas (Senja Aruna Mirana Aga dll) pun lebih oke.











