Semut-semut Ibrahim
Tetaplah menjadi semut-semut Ibrahim, yang trus berjuang memadamkan api yang membakar raga sang Nabi, sekalipun pasukan burung-burung yang terbang terus menertawai dan mencoba memadamkan ghirah jiwa yang suci
Aku tahu rasanya berat, melelahkan, dan penuh kepedihan, tetapi jangan pernah berhenti berjuang. Walau tapakan-tapakan mungil itu tak menggema sekalipun di telinga makhluk manapun jua. Tetaplah melangkah dan berjuang....
Perjuangan tak akan pernah memudar, sekalipun serangan itu kian mengejar. Tugasmu hanya berjuang, bukan memenangkan pertandingan. Kelak, kau hanya akan di tanya kenapa engkau tidak berjuang, bukan di tanya, kenapa engkau tidak menang. Dan di manakah jiwamu berpijak itulah yang kelak bakal di tanya, di pertanggung jawabkan. Kau tdk sendirian kawan...
Dan Allah lah sebaik-baik harapan, sebaik-baik penolong. Apapun yang terjadi, itu yang terbaik, dan perjuangan tlah tertulis abadi...
Untuk semut-semut Ibrahim, semoga sang pencipta membalas perjuangan mungilmu di tempat terbaik-Nya kelak. Aamiin...
Cilacap, 18 April 2019 / 12 Sya'ban 1440
13.33 (Secuil rasa pasca pilpres perdana, ehe)












