Sadarlah Wahai Jiwa
Mata yang mulai sayu, tubuh melemah dan kaki yang tiada lagi kekuatan ‘tuk berjalan. Akankah ku mampu maju dengan diri yang seperti ini. Hai Diri! hai jiwa! bangunlah! berdirilah! majulah! Lalu, mata ini semakin sayu dan pelan ku terpejam. Tiada kebahagiaan yang kau dapat jika kau hanya bermalas-malas dan lemah seperti ini. Begitulah yang tersirat dalam alam tak sadar itu. Terkejut dan terbangun dari singkatnya mimpi kali ini.
Diri yang penuh dengan ketakutan, takut dan takut. Diri yang selalu terbayang masa silam. Diri juga tak mengerti masa silam yang bagaimanakah itu, hingga diri yang sekarang seperti ini. Masa lalu, ya! masa lalu yang sudah mulai ku pendam dan lupakan. Apa lagi Ya Allah? Ujian seperti apa lagi? terkadang keluh yang muncul namun dalam benak sajalah aku berteriak. Sadarlah wahai jiwa.... sadarlah kamu sekarang sedang di dunia-Nya yang berarti berada di lingkaran ujian-Nya. Sadarlah akan dunia yang fana’ dan hanya beberapa detik kita dikampung ini. Sadarlah!
Keluarga, kerabat, teman bahkan sahabat itulah ujianmu. Tiada hal yang lebih utama kecuali dapat menggapai ridha-Nya.”Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”. Syukurilah apa-apa yang dihadapanmu, bukankah semua ini nikmat-Nya, ya! inilah nikmat-Nya. Mari kita syukuri. Percayalah dan yakinlah apa-apa yang ada adalah milik-Nya dan akan kembali pada Sang Pemilik. Janganlah engkau resah dan khawatir. Bukankah ujian ini adalah bukti Sayangnya Dia pada kita. Allah Sayang kita, Dia mencintai kita dengan ujian-ujian yang Dia kirim. Dia Cinta kita. Ayoo bangkit! Jangan takut. Bukankah Allah selalu ada untuk kita, Ya! Allah selalu ada untuk kita. “Innallaha ma’anaa“ Allah bersama kita. Bukankah Dia selalu membantu kita, Ya! Allah selalu membantu kita. Lalu, apa yang ditakutkan? buat apa baik di mata manusia tapi tidak di mata Allah, buat apa cantik dihadapan manusia tapi tidak dihadapan Allah, buat apa?
Sadarlah wahai jiwa.... Penglihatan manusia tidaklah sama dengan Penglihatan-Nya. Penilaian manusia tidaklah sama dengan Penilaian-Nya. Janganlah hidupmu ini kau penuhi dengan rasa khawatir. Cintailah Dia Sang Maha Cinta, Supaya hati kita dipenuhi rasa Cinta yang tiada sia. Dia Cinta kita, kita adalah cinta-Nya. Dia yang selalu mendengar kita, mendengar doa-doa kita. Siapa bilang tangis kita diabaikan, tangis kita bahkan diperhatikan dan dipedulikan. Siapa bilang doa kita tidak dikabulkan, doa kita pasti dikabulkan. Hanya saja jika doa itu belum juga terkabul maka harusnya kita tambah syukur itu dikarenakan Sayang-Nya pada kita sangat berlebih hingga Dia ingin Kita selalu bersama mendekat-Nya.
Wahai jiwa......
Sadarlah....
Kamu Mampu, Kamu Bisa
Gapailah Ridha-Nya, gapailah cinta-Nya, maka Bahagia segera menyapa.











