Abu Hamid Al-Gazali, Ayyuhal Walad, Wasiat Akhir Untuk Pencari Jalan Kebenaran, Yogyakarta, Penerbit Circa, April 2021, xxxiv+92 hlm, 50.000 . . Abu Ḥamid Muḥammad ibn Muḥammad ibn Muḥammad ibn Aḥmad al-Gazali dilahirkan pada tahun 450 H./1058 M. di Kota Ṭus, Khurasan. Ayahnya seorang lelaki miskin, bekerja sebagai penenun kain wol dan menjualnya ke toko-toko di pasar. Sebutan “al-Gazzal” (dengan dua ‘z’) dinisbatkan kepada pekerjaan ayahnya. Pendapat lain menisbatkannya ke Gazalah, sebuah desa di Ṭus. Itulah kenapa dia dijuluki al-Gazali (dengan satu ‘z’). Julukan ini lebih masyhur. Al-Gazali digelari Ḥujjah al-Islam (Hujjah Islam), Zain al-Din (Perhiasan agama), ‘Alim al-‘Ulama` (Pemimpin para ulama), dan Wariṡ al-Anbiya` (Ahli waris para nabi). Dia seorang filsuf sekaligus ahli tasawuf dari Khurāsan. Sebelum mengetahui lahir dan tumbuh kembangnya, pertama perlu memahami situasi dan kondisi zaman yang melatari tumbuh dan kembang pemikiran al-Gazali. Al-Gazali hidup pada zaman yang penuh gejolak, zaman kuat dan kerasnya perselisihan antara politik dan pemikiran, pada paruh akhir abad ke-5 Hijriah (abad ke-11 Masehi), periode ketiga Daulah Abbasiyyah. . . #AbuHamidAlGazali #ImamAlGhazali #AlGazali #AyyuhalWalad #PenerbitCirca #KatalogJBS https://www.instagram.com/p/COL13SbHPha/?igshid=3h8w0yd82tgm













