Tak peduli sudah berapa banyak target yang tak terpenuhi. Tapi yang harus diketahui bahwa dengan adanya target, minimalnya manusia akan terus berjuang untuk sampai pada target itu. Paling tidak, manusia akan berusaha untuk menyempurnakan proses menuju target tersebut.
Terbayangkah? Apabila sebuah pertandingan sepak bola tanpa adanya gawang, memanah tanpa adanya target sasaran, catur tanpa adanya Queen, dan lain sebagainya. Atau adakah sebuah permainan tanpa adanya sasaran, target, tujuan, atau semacamnya?
Memang seharusnya, setiap pertandingan atau permainan memiliki target atau tujuan. Gunanya, agar sang pemain berjuang mendapatkan hasil terbaik. Entah kemenangan atau poin yang banyak. Semua ada targetnya. Meskipun sebelumnya, sang pemain tidak akan pernah tahu hasilnya.
Logikanya sederhana. Dalam permainan yang jangka waktunya dibatasi, memiliki target-taget tertentu. Lalu, bagaimana dengan kehidupan? Yang jangka waktunya juga dibatasi namun dalam skala besar. Adakah target-target pada setiap langkah kehidupan? Target harian? Bulanan? Bahkan Tahunan?
Sekali lagi, tidak peduli berapa banyak target yang tak terpenuhi. Tuhan tidak pernah menuntut manusia untuk selalu mendapatkan hasil terbaik. Namun yang Tuhan inginkan adalah bagaimana manusia berproses dengan baik pada setiap langkahnya. Bersungguh-sungguh pada setiap target yang ditetapkan dengan sendirinya. Masalah hasil, Tuhan hanya ingin manusia bisa bersyukur menerima apa yang telah ditetapkan-Nya. Karena Tuhan pun memiliki target atau tujuan dibalik penciptaan-Nya terhadap manusia.
Maka, masihkah manusia hidup tanpa target dan tujuan?