*☝🏻10 Hal yang Bisa Dilakukan Untuk Mencari Malam Lailatul Qadr di 10 Malam Terakhir Ramadhan* . Oleh: Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri حفظه الله تعالى . 1. Jaga sholat Isya dan Subuh berjamaah 2. Sholat Tarawih berjamaah 3. Perbanyak baca quran, minimal 100 ayat setiap malam 4. Perbanyak doa, khususnya: *“Allahumma innaka ‘afuwwun, tuhibbul ‘afwa, fa’fu anni”* 5. Perbanyak muhasabah, istighfar, taubat 6. Perbanyak dzikir, khususnya di akhir tengah malam 7. Membaca 2 ayat terakhir surat al Baqarah 8. Berpenampilan terbaik (mandi, baju bagus, pakai parfum) 9. Bangunkan keluarga 10. Lakukan semua ibadah dengan keimanan dan keyakinan, antusias dan bahagia . Baarakallaahu fiikum ➖➖➖ . Cari barang antik, kuno, lawasan? Monggo, segera hubungi *_Galeri Lawasan Mbah Demang_* !! . *Info Pemesanan :* WA : 0831-4583-3339 (Edi) / 0857-6621-2389 (Jono) FB : Edi Septriyanto IG : @warisanjadoel Google Maps : Galeri Lawasan Mbah Demang Alamat : https://goo.gl/maps/ws2zzzkzfwnpGC3Q6 . #barangantik #barangjadul #barangkuno #lawasan #vintage #ramadhan #puasa #lailatulqadr #lailatulqodar #ramadhan1442h https://www.instagram.com/p/COYFstIB_e7/?igshid=1gvrvokzchbrn
Credit to @gaby_rumahphoto: Radio kuno ...Masih normal jaya sentosa...Dijual...2.5jt.... Minat WA saja 082242694774 #antik #barangunik #barangkuno #barangjadul #antik #hobby #tempodoeloe #barangunik #radioprofbgroup #motionadventure
MEETING DI DUA PUTRI: GEOGRAF MENATAP MASA DEPAN (Bagian 1)
Berawal dari inisiasi @sukmaimpian, maka pertemuan santai (yang agak berbobot dan serius) ini tercipta. Lima hari yang lalu, tanggal 20 Maret 2016. Hari Senin. Karena menurut saya cerita ini menarik, dan setelah melalui tahap valuasi ekonomi, cerita ini terlalu sayang untuk dipendam dan kayanya seru juga kalo dibagi-bagi. monggo simak se-encrit potongan kisah temen-temen berikut ini, khususnya yang nyari beasiswa LPDP dan kehidupan pasca kampus di dunia kerja (gayanya udah kaya apaan tau). haha maafkan kenistaan saya.
Sesi 1
Narasumber: Cut Ayu Tiara
Awardee LPDP (masih mencari tujuan universitas, kayanya Belanda, AMIN), dan Pemilik Rumah Usaha Seserahan untuk Pernikahan. Cek instagramnya ya kakak di @barangkuno / @seserahanbycutayu bisa juga menghubungi 08562586255 (SMS/WA) #iklansponsor
Pasca wisuda, Cut aktif di berbagai kegiatan layaknya seseorang yang pasca wisuda, mulai dari mengikuti berbagai proyek hingga silaturahim ke job fair untuk menebar CV. Akhirnya, Cut mendapat panggilan ke Jkt. Mendapatkan tawaran pekerjaan, ga tanggung-tanggung, tawaran gajinya 10 juta. Tapi Cut tidak mengambilnya. Hal ini dikarenakan Cut menimbang latar belakang keilmuan (yang berbeda dari Cut, Geografi), keluarga yang jauh, orang tercinta dan rencana di masa depan (baca: nikah).
Intinya, pelajaran yang bisa diketik adalah kita harus tahu, kita setelah ini mau apa? Mau jadi praktisi? berarti pasca kampus carilah pekerjaan. Mau jadi peneliti atau dosen? Perbanyak kegiatan research, dan persiapkan diri untuk S-2 yang berarti mulai menata persiapannya dari sekarang; bahasa inggris, rencana tesis, dan lain-lain. Khusus para pemburu beasiswa, apalagi LPDP, bahasa inggris menjadi golden ticket yang wajib dipersiapkan sejak awal.Lalu apa yang harus dilakukan apabila kemampuan bahasa inggris 'terbatas' namun tetap memiliki mimpi 'maksimal'? Apakah memungkinkan? Jawabannya:
SANGAT MUNGKIN.
Cut menceritakan perjuangannya tentang pasang surut nilai TOEFL-nya. Dalam tes TOEFL Like, nilai Cut berkisar di jeluk 450-500 (pertengahan Desember). Akhirnya, Cut kembali men-drill materi yang berkaitan dengan TOEFL dan di akhir Desember kembali tes. Dan kembali naik turun :D tapi Alhamdulillah berhasil melewati target (by the way, saya lupa targetnya Cut berapa). Intinya, pasti teman-teman juga pernah merasakan situasi yang mana nilai TOEFL naik-turun. Lalu bagaimana? Yang paling penting adalah kemampuan untuk meyakinkan Dewan Penilai. Cut pun demikian #tsaah #masasih? Intinya nilai TOEFL temen kita ini juga berubah-ubah, tapi Alhamdulillah tren nilainya naik. Jadi saat ditanya oleh Dewan Penilai, Cut mampu meyakinkan (dan juga "sepik-sepik" hehe beda tipis emang) kepada Dewan Penilai bahwa dirinya akan terus berkembang dan mampu mencapai target selanjutnya, BERDASARKAN TRACK RECORD NILAI TOEFL-NYA YANG MENANJAK. Tepuk Tangan~ woow. Butuh usaha maksimal untuk nilai maksimal.
Balilk lagi ke LPDP. Untuk di Belanda, (katanya) bisa dapet sampai 18 juta (uang semua itu), dan separuhnya bisa ditabung.
Persiapan lain untuk LPDP, siapkan untuk Leadership Group Discussion (LGD). Esainya juga jangan lupa. Ada 3 esai yang akan diminta.
Pertama, Sukses Terbesar. LPDP ingin mengetahui perjuangan dari (calon) awardee. Jangan hanya menyebutkan apa 'sukses terbesarmu'. Tapi juga sisipkan usahamu, kebermanfaatan di dalam suksesmu (penilaiannya mungkin akan beda antara prestasi yang bisa dinikmati oleh individu semata ketimbang prestasi yang berdampak luas), dan juga betapa bersyukurnya diri kita untuk pencapaian yang kita capai (tapi tergantung sih, bersyukur apa ngga. relatif).
Kedua, Study Plan alias Rencana Studi. Mulai dari latar belakangnya kenapa kita mengambil studi lanjut, alasan kita memilih fakultas dan program studi, SKS yang akan kita ambil, rencana tesis, dan juga yang terpenting adalah masalah pembiayaan atau bahasa beken-nya funding.
Ketiga, Kontribusi Kita. Fokusnya ada di tiga titik waktu, masa lalu, masa kini, dan masa depan. Dikaitkan dengan urusan kuliah pastinya :D Esai yang kita tulis akan 'dibedah' dan dibuktikan di tahap wawancara.
Bawa semua amunisi; bukti berupa sertifikat foto, paper yang pernah ditulis, pokoknya semua bukti pendukung. Apabila buktinya hilang? Nah ini menariknya. Kemampuan meyakinkan diri orang lain menjadi penting. Tapi pada dasarnya, sah-sah aja. Wawancara juga sebaiknya latihan dulu. Persiapkan berbagai kemungkinan pertanyaan yang akan ditanyakan (dan mungkin juga perlu menyiapkan pertanyaan di luar kebiasaan para Dewan Penilai, hehe). Siapkan juga rencana A, B, C, hingga Z untuk menjawab alur pertanyaan dari Dewan Penilai. Misalnya; kita sudah punya konsep 5 tahun ke depan mau kayak gimana, tapi nanti pasti akan disanggah dan dibantah "bagaimana seandainya rencana itu gagal?" tanya sang Dewan Penilai. Maka disini rencana-rencana cadanganmu dibutuhkan. Tapi setelah berlapis-lapis rencana cadanganmu tertolak, lalu kita harus bagaimana? Cut berbagi tips yang menarik. Jawablah dengan kedua kalimat berikut, "...saya yakin dengan rencana saya, tidak mungkin semuanya gagal. Berdasarkan track record saya, dari sekian banyak yang gagal, pasti ada yang berhasil." atau "...seandainya saya gagal lagi, saya akan tetap melanjutkan hidup..." Atau kalau kita punya jawaban lain,
monggo.
Berikut beberapa rangkuman tips dari Cut
*JANGAN PERNAH SUBMIT BERKAS DI WAKTU YANG MEPET. Hindari H-1, 2 dan 3. Sistem akan sangat ramai dan kemungkinan server down sangat mungkin (dan berbahaya).
**Prodi pilihan studi lanjut bisa linear dengan prodi S-1, bisa juga tidak linear. Kalau linear, jelas. Kalau tidak linear, dijelaskan, siapa tahu mendukung pekerjaan (atau hal lainnya). Intinya selama bisa meyakinkan Dewan Penilai, ga masalah. Hanya saja hati-hati, ada beberapa universitas tujuan yang di seleksi administrasinya mensyaratkan tidak boleh "murtad program studi" alias harus linear. Ini harus diwaspadai.
Pada akhirnya, DOA adalah segalanya. Perkuat dengan ikhtiar, doa, dan tawakkal. Ngga hanya di akhir setelah berusaha, tapi sisipkan di segala sudut perjuangan kita. Siapkan rencana lain juga andaikata LPDP bukan jalan kita. Sang Maha Sutradara pasti punya cerita terbaik untuk setiap hamba-Nya.