Menengok Batik Lasem perpaduan budaya Tionghoa dan Nusantara
Menengok Batik Lasem perpaduan budaya Tionghoa dan Nusantara
Tahukah anda Menengok Batik Lasem perpaduan budaya Tionghoa dan Nusantara ? Klik disini, anda benar benar Harus Tahu!
Batik Lasem merupakan kain batik yang dibuat dengan memadukan beberapa unsur kebudayaan. Lasem adalah salah satu tempat wisata di Indonesia yang banyak dikunjungi oleh warga perantau yaitu Tionghoa pada sekitar abad ke 14. Orang-orang Tiyonghoa banyak berlayar keseluruh penjuru nusantara dengan berbagai macam tujuan. Setelah hal ini terjadi berabad-abad, para orang Tiyonghoa membuat karya campuran yang luar biasa di daerah Lasem atau di pesisir pantai utara tersebut. Pada sekitar tahun 1860an kain batik Lasem merupakan sebuah perusahaan yang mempunyai banyak sekali pemasukan sangat tinggi pada waktu itu. Pada zaman dahulu batik Lasem banyak di export di berbagai Negara tetangga seperti Sri lanka dan juga Singapura. Batik Lasem sempat mendapat mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai warisan dunia pada tahun 2009. Namun saat ini batik Lasem sudah mulai sulit kita jumpai karena factor pembuatan batik yang cukup lama serta pembuatannya yang dirasa cukup sulit. Batik Lasem selalu di buat dengan cara di chanting/tulis. Tidak ada batik Lasem yang cara pengerjaanya menggunakan printing ataupun cap. Harga batik Lasem yang asli adalah sekitar Rp.800 ribu keatas karena pembuatannya yang dari dulu hingga sekarang menggunakan manual maka harganya menjadi sangat mahal. Warna dari batik Lasem sendiri cenderung terang mencolok atau berani seperti warna merah, biru, hitam dll. Motif dari Batik Lasem yang sangat terkenal adalah Latohan. Menurut orang Lasem latohan mempunyai makna arti dari buah atau sejenis tanaman yang hidup dan tumbuh ditepi laut. Motif batik Lasem yang selanjutnya adalah sekar jagad yaitu motif berbentuk bunga yang berserakan berbentuk panjang dan mempunyai warna merah yang mendominasi motif yang terakhir adalah motif watu pecah yang menurut orang Lasem batik ini terinspirasi dari sebuah pembangunan proyek jalan Daendels yang saat itu warga diminta untuk banyak memecahi batu untuk pembangunan jalan dari Anyer-Panarukan. Selain bentuk-bentuk tersebut batik Lasem juga ada yang berbentuk motif seperti ornament tiongkok, naga, motig burung Hong dllkarena percampuran antara budaya tiongkok dan juga Lasem














