Commuters Life
Hi fellas!
kisah berikut merupakan kisah kejadian umum atau unik yang saya alami atau saya dengar dari teman sejawat pejuang KRL.
sebagai warga bekasi, seringkali KRL commuters menjadi alternatif yang terbaik untuk perjalanan menuju jakarta/bogor/depok/tangerang dan sekitarnya. karena seringnya naik KRL banyak kisah-kisah KRL yang berkesan yang worth it untuk diceritakan.
Now, I will tell you about the experiences during commuting with KRL
check it out:
1. KRL Undercover!
kalian pasti salut dengan kondisi KRL yang sudah lebih teratur dibandingkan dulu, sekarang aturan penumpang didalam KRl semakin ketat. tidak boleh makan/minum, bawa senjata api dan benda berbau menyengat, ngamen, buang sampah pada tempatnya, tidak boleh pake tempat duduk portabel, dsb. well, overall semua penumpang udah punya kesadaran tinggi untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan di dalam kereta. walaupun masih sering liat satu atau beberapa penumpang yang makan di dalam kereta apalagi kalo tersangkanya anak kecil yah k=masi dimaklumin lah ya. Tapi guys, FYI ada beberapa perilaku penumpang yang bikin gue heran bukan kepalang yaitu BERJUALAN!! kejadian ini saya pergokin waktu transit kereta dari jatinegara ke bogor. kereta ke arah bogor ini memang sering ngetem lama di stasiun jatinegara. nah kalo kalian perhatiin, di gerbong wanita bagian belakang terjadi transaksi GELAPPPP.jadi awalnya saya duduk digerbong khusus wanita lalu tak beberapa lama gerbong berisi ibu-ibu dengan membawa tas travel hand bag yang cukup besar. perlu diketahui ini ibu-ibu ebih dari satu orang. karena saya iba melihat ibu-ibunya bawa barang banyak akhirnya saya mengalah untuk memberi tempat duduk. setelah cukup lama penumpang di gerbong wanita semakin terisi penumpang dan kemudian..... terjadinya transaksi gelap tersebut. si ibu-ibu tersebut mengeluarkan tas mereka yang isinya gorengan yang ditawarkan kepada penumpang disana. bukan cuma gorengan ada yang jual susu kedelai dan jual kue basah. bermacam-macam isinya. sekilas bikin lapar mata dan lapar perut. hebat juga ibu-ibu ini bisa dagang tanpa sepengetahuan security kereta. jadi mereka mengatur transaksi sematang mungkin. ada ibu-ibu yang berdiri di depan pintu terlihat tugasnya menjadi pengawas dan penjaga pintu kalo sewaktu-waktu keretanya berangkat. apabila security datang maka ibu-ibu yang berjualan akan menutup tasnya segera seakan-akan mereka menjadi penumpang mudik, emang ya the power of emak-emak da best!! apapun dilakukan demi mendapat duit. but again guys, I still dont like what they are doing. WHY???
- mereka secara tidak langsung mengambil hak penumpang “the real passenger” untuk memperoleh tempat duduk. saya sebagai penumpang yang awalnya memberikan tempat duduk untuk ibu-ibu tersebut karena iba melihat barang bawaannya mereka seketika itu langsung kesel melihat transaksi yang mereka lakukan. c’mon dude! you took my seat just for selling your thing. bukannya ga ikhlas ngasih tempat duduk tapi niat baik gue itu disalah gunakan oleh ibu-ibu tersebut. coba kalo mereka ngga ada, mungkin kursinya bisa digunakan oleh ibu-ibu lain yang emang niatnya untuk berpergian jauh.
- mereka membuat penumpang yang tidak bersalah menjadi bersalah. banyak penumpang yang melanggar peraturan untuk tidak makan didalam kereta malah makan di dalam kereta. lebih keselnya lagi guys, seorang penumpang ada yang menumpangkan susu kedelainya di lantai kereta. untung jauh dari tempat saya berdiri kalau ngga sudah saya semprot.
be continued.....















