#Sama #MasihDiTahapHidup #Dan #BertahanHidup #Hiks 😭 https://www.instagram.com/p/CdpR_khvyLb/?igshid=NGJjMDIxMWI=
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Türkiye
seen from Romania
seen from Sweden

seen from Maldives

seen from United Kingdom

seen from Sweden

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Germany
seen from Germany
seen from Yemen
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Germany
seen from United Kingdom
seen from United Kingdom
#Sama #MasihDiTahapHidup #Dan #BertahanHidup #Hiks 😭 https://www.instagram.com/p/CdpR_khvyLb/?igshid=NGJjMDIxMWI=
Ekspedisi berpetualangan dialam liar, penuh tantangan dan keseruan bersama. Berbagi pengalaman menarik, menceritakan hasil penelusuran Ekspedisi Alam Terbuka https://youtu.be/PmEOfasKLd0 #Bushcraft #bertahanhidup #carimakan #berburu #hutan https://www.instagram.com/p/CVR2KTpFQe-/?utm_medium=tumblr
Stories 123 : Kita tidak sedang baik-baik saja
Hari ini aku bertanya, "Bagaimana perasaanmu hari ini?" Pertanyaan yang sederhana, namun membuatku banyak berpikir. Setiap membuka media sosial, selalu ada kabar duka, entah bertambah lagi sanak saudara, kenalan, atau siapapun yang harus meninggal karena kondisi pandemi ini. atau kisah ayah yang kehilangan anak dan istrinya sekaligus, atau kisah sedang menanti plasma konsavalen saat kritis dan hidup mati seseorang.
LELAH YA?
Tapi tidak sedikit yang menolak dan menebar "berita-tidak-benar". Perguruan WHATSAPP kalau kubilang, karena begitu banyak broadcast yang langsunga dibagikan tanpa cross-check validitasnya. Media juga demikian, ada yang bilang menakuti-nakuti, ada yang bilang beritanya terlalu di blow up.
LELAH YA?
Aku percaya setiap pejuang nafkah saat ini sedang gelisah. Masa depan sulit diprediksi saat ini, dari segala aspek kehidupan.
1) Anak yang terpaksa sekolah daring, kehilangan masa-masa bersosialisasi dengan teman sekitar secara fisik, secara daring yang melelahkan mata dan menguji kesabaran orang tua. Sesungguhnya, aku khawatir anak-anak generasi saat ini kehilangan rasa empati dan simpatik.
2) Roda ekonomi yang tersendat. Jangankan menabung, untuk kebutuhan sehari-hari aja sulit. Kita dipaksa harus berpikir kreatif dan mencari jalan halal untuk sekedar makan. Melihat banyaknya yang terdampak secara ekonomi, terutama pejuang nafkah jalanan, dan traumaku terhadap petugas satpol PP, buatku menangis setiap kali melihat arogansi yang dipertontonkan.
Dua hal ini jelas menunjukkan KITA TIDAK SEDANG BAIK-BAIK SAJA. Apakah kamu merasa baik-baik saja?
Dalam pertanyaan batinku ini, ada terselip rasa bersyukur. Rasa syukur memang sederhana, namun bermakna untuk kita bertahan hidup saat ini.
Bersyukur masih bisa hidup dan bisa bernafas lega. Bersyukur masih ada pekerjaan. Bersyukur masih tetap sehat.
Satu-satunya doa tulus yang sangat ku harapkan saat ini adalah "Sehat-sehat ya" atau "semoga selalu sehat", padahal dulu terdengar sangat basa-basi, tapi yah begitulah kondisi kita saat ini.
Dalam kondisi tidak baik-baik saja ini, selipkan rasa syukurmu. Setiap hari, tarik nafas dalam, lalu berpikir 10 detik untuk bersyukur hal-hal sederhana disekitarmu. Kemudian, mari kita doakan bersama bahwa kondisi tidak baik-baik saja ini akan segera berlalu, dimana masa kita bisa bernafas lega tanpa masker, hangatnya pelukan dengan saudara, bisa bersilahturahmi fisik tanpa rasa takut akan datang...
Satu lagi, jika saat ini dirimu mendapatkan rejeki untuk tetap dirumah namun tetap bisa berpenghasilan, please do stay at home. Hal sederhana yang sangat MEMBANTU DUNIA saat ini. Ayo kita bantu beban para Nakes yang saat ini sedang berjuang. Hal sederhana lainnya adalah perbanyak sedekah, seikhlas dan semampu yang kita bisa untuk membantu sesama.
Namun, jika kamu harus terpaksa keluar rumah untuk bekerja, berusahalah semampumu untuk menaati Protokol Kesehatan. Suplementasi wajib dikonsumsi harian selain makanan bergizi, istirahat yang cukup, dan jaga mentalmu untuk tetap kuat dan bertahan.
Bismillah. Smoga keadaan tidak baik baik saja ini segera berlalu ya.
- iKA RIZKI NIRWANA
Bumi kita sedang kritis. Ia sedang diambang kehancuran. Hanya tersisa 15% dari keseluruhan hutan di bumi yang masih utuh dan hanya ada 3% bagian laut di seluruh dunia yang tidak dalam campur tangan manusia. • Sudah bisa terlihat akan berakhir seperti apa jika kita tidak berhenti mengejar pertumbuhan ekonomi tanpa batas di planet yang memiliki keterbatasan sumber daya, Akan banyak kehidupan liar yang menghilang di bumi ini, kemungkinan besar termasuk manusia. • Tahun ini, Greenpeace menyerukan kepada pemerintah untuk menyetujui rencana rehabilitasi alam yang ambisius dan dapat diterapkan. Kita adalah bagian dari alam dan jika alam menghilang, kita pun akan turut hilang bersamanya. • 📹 : Greenpeaceid #alamliar #flora #fauna #life #bertahanhidup #paparanunik #paparanmediadotcom https://www.instagram.com/p/CNglAvblpI1/?igshid=h2edjwludqqs
#bertahanhidup https://www.instagram.com/p/CIBBktEh0R_/?igshid=11i8s30dalfo1
Kemilau Padang Rumput (Stop dulu Ya) (di Wattpad) https://my.w.tt/Nztg5YGOh3 Nyan berusaha bertahan hidup semampunya. Kehilangan kedua orang tua saat masih kecil ditambah adik semata wayangnya membutuhkan perhatiannya karena kondisi tubuhnya yang lemah. Disaat itulah Alan muncul. Mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan yang Nyan jalani selama ini. ----------------------------------------- Disini ... Akan aku ungkapk…
Nilai Kehidupan
Inanews - Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup sebatang kara. Pendidikan rendah, hidup dari bekerja sebagai buruh tani milik tuan tanah yang kaya raya. Walapun hidupnya sederhana tetapi sesungguhnya dia bisa melewati kesehariannya dengan baik. Pada suatu ketika, si pemuda merasa jenuh dengan kehidupannya. Dia tidak mengerti, untuk apa sebenarnya hidup di dunia ini. Setiap hari bekerja di ladang orang demi sesuap nasi. Hanya sekadar melewati hari untuk menunggu kapan akan mati. Pemuda itu merasa hampa, putus asa, dan tidak memiliki arti. “Daripada tidak tahu hidup untuk apa dan hanya menunggu mati, lebih baik aku mengakhiri saja kehidupan ini,” katanya dalam hati. Disiapkannya seutas tali dan dia berniat menggantung diri di sebatang pohon. Pohon yang dituju, saat melihat gelagat seperti itu, tiba-tiba menyela lembut. “Anak muda yang tampan dan baik hati, tolong jangan menggantung diri di dahanku yang telah berumur ini. Sayang, bila dia patah. Padahal setiap pagi ada banyak burung yang hinggap di situ, bernyanyi riang untuk menghibur siapapun yang berada di sekitar sini.” Dengan bersungut-sungut, si pemuda pergi melanjutkan memilih pohon yang lain, tidak jauh dari situ. Saat bersiap-siap, kembali terdengar suara lirih si pohon, “Hai anak muda. Kamu lihat di atas sini, ada sarang tawon yang sedang dikerjakan oleh begitu banyak lebah dengan tekun dan rajin. Jika kamu mau bunuh diri, silakan pindah ke tempat lain. Kasihanilah lebah dan manusia yang telah bekerja keras tetapi tidak dapat menikmati hasilnya.” Sekali lagi, tanpa menjawab sepatah kata pun, si pemuda berjalan mencari pohon yang lain. Kata yang didengarpun tidak jauh berbeda, “Anak muda, karena rindangnya daunku, banyak dimanfaatkan oleh manusia dan hewan untuk sekadar beristirahat atau berteduh di bawah dedaunanku. Tolong jangan mati di sini.” Setelah pohon yang ketiga kalinya, si pemuda termenung dan berpikir, “Bahkan sebatang pohonpun begitu menghargai kehidupan ini. Mereka menyayangi dirinya sendiri agar tidak patah, tidak terusik, dan tetap rindang untuk bisa melindungi alam dan bermanfaat bagi makhluk lain”. Segera timbul kesadaran baru. “Aku manusia; masih muda, kuat, dan sehat. Tidak pantas aku melenyapkan kehidupanku sendiri. Mulai sekarang, aku harus punya cita-cita dan akan bekerja dengan baik untuk bisa pula bermanfaat bagi makhluk lain”. Si pemuda pun pulang ke rumahnya dengan penuh semangat dan perasaan lega. Kalau kita mengisi kehidupan ini dengan menggerutu, mengeluh, dan pesimis, tentu kita menjalani hidup ini (dengan) terasa terbeban dan saat tidak mampu lagi menahan akan memungkinkan kita mengambil jalan pintas yaitu bunuh diri. Sebaliknya, kalau kita mampu menyadari sebenarnya kehidupan ini begitu indah dan menggairahkan, tentu kita akan menghargai kehidupan ini. Kita akan mengisi kehidupan kita, setiap hari penuh dengan optimisme, penuh harapan dan cita-cita yang diperjuangkan, serta mampu bergaul dengan manusia-manusia lainnya. Read the full article