Aku pernah mendengar cerita
Ada suatu masa dimana kita saling berjumpa
Tanpa suara, bahkan tanpa sapa
Entah aku yang melihatmu
Atau hanya kamu yang sedang memandangiku
Mungkin juga kita bertemu tanpa tahu
seen from Macao SAR China

seen from Netherlands
seen from United States

seen from Maldives
seen from United States
seen from China

seen from United States
seen from Chile

seen from United Kingdom

seen from United Kingdom
seen from Japan
seen from Luxembourg
seen from United States

seen from Australia

seen from Singapore
seen from United States

seen from United States
seen from Türkiye

seen from United Kingdom
seen from Netherlands
Aku pernah mendengar cerita
Ada suatu masa dimana kita saling berjumpa
Tanpa suara, bahkan tanpa sapa
Entah aku yang melihatmu
Atau hanya kamu yang sedang memandangiku
Mungkin juga kita bertemu tanpa tahu
Tatjanadira
“Dimas, nanti kalo Tachan cudah becal … Tachan mau tapeling cama Dimas. Mau mutelin Indonecha kayak yang ditipi itu lho Dimas”
“Tatjanadira Larasati! Sudah yang keberapa kali kamu terlambat dikelas saya! Sangat tidak disiplin sekali kamu itu!” tegur dosen fisika berkepala botak itu dengan berkacak pinggang melihat Tatjana mengendap-endap memasuki kelasnya.
“Saya … saya habis ada kelas susulan di lantai 3 Bapak, karena itu saya terlambat.” Tatjana menatap sang dosen takut-takut
“Itu bukan urusan saya! Sekarang kamu tinggalkan-”
“Maaf Pak saya terlambat.”
Belum selesai sang dosen fisika itu memarahi Tatjana, datang lagi follower tukang telat Tatjana yang lain.
“Kamu! Kalian berdua, saya tidak mau tahu lagi alasan kalian! Buat paper 10 lembar tentang inersia lengkap dengan contoh soal dan pembahasan, kumpulkan besok dimeja saya. Sekarang, keluar dari kelas saya dan selamat sore!” perintah dosen fisika itu sambil berdecak melihat kelakuan mahasiswanya itu
…
“Tachan, lo mau kemana?” lelaki itu berteriak melihat Tatjana melenggang santai meninggalkan teman barunya itu yang tadi sedang mencoba meminta keringanan pada sang dosen.
“Kantin. Nama aku Tatjanadira! Bukan Tachan!” seru Tatjana kesal melihat kelakuan teman barunya yang entah-siapa-namanya-tidak-penting sok akrab.
“Gue ikut!”
…
“Dimas, kamu bangun dong! Aku mau pergi jalan-jalan, kamu nggak mau nemenin? Kata tante Silvi kamu kan nggak ada kegiatan hari ini!” rengek Tatjana melihat Dimas yang sedari tadi tidak bergeming dari tempat
“Tachan, kakak lagi capek! Kamu jalan aja sendiri, lagian kakak udah ada janji sore ini!” jawab Dimas malas-malasan dengan muka ditutup bantal
“Sama siapa? Si Tante Iron itu?” selidik Tatjana mendengar jawaban Dimas
“Namanya Veronika, bukan Iron dan nggak pake tante! Udah sana, nanti kamu kesorean!” usir Dimas dengan kesal
…
“Tachan, nanti sore main yuk ditaman, disana ada ayunan looh!”
“Nggak mau ah Miko, Tachan mau pelgi baleng kak Dimas! Mau beli es klim dong! ”
“Selamat sore nona Tatjanadira Larasati, hari ini anda terlihat sangat cantik sekali!”
“Jericho ngapain kamu disini?” Tatjana yang melihat teman barunya dikelas fisika yang tiba-tiba berdiri dihadapannya dengan sebuket lily putih terbengong-bengong tak habis pikir
“Ini taman umum! Diujung gang sana, itu kompleks perumahan aku!” tunjuk Jericho memperlihatkan gang rumahnya
…