Nasihat Mas Adi
Aku ingin menulis sebanyak-banyaknya, sebelum aku punya alasan terlalu sibuk sampai tak ada waktu untuk menulis. Ya, meskipun tulisanku ini belum ada apa-apanya di bandingkan rangers lainya.
Beberapa hari yang lalu, Aku nebeng pulang ke Mas Adi. Melewati Manisi sendirian itu terlalu sepi, sepanjang jalan aku dan Mas Adi banyak membicarakan masa depan Suaka. Mungkin hawa-hawa reformasi sudah terasa, ia tak ingin Suaka sepi akan informasi.
Diantara rangers yang lainya bisa dipastikan bahwa hanya aku yang jarang nulis berita-berita katakanlah “beurat” makanya Mas Adi tidak mungkin mempercayakan aku untuk menjadi Pimred hahah
Sepenjang perjalanan Ia banyak memberikan petuah. Katanya aku harus sering menulis, membaca dan mengkaji.
Seringkali aku mengeluh mengenai tulisanku yang dirasa begitu-begitu saja, sampai suatu hari aku bulak-balik membaca majalah Tempo kalian tahu lah ya, bagaimana kalau baca feature Tempo. Mantap luar biasa, “ih, kenapa sih Tempo Featurenya keren gini,” ucapku sambil menunjukan judul berita yang aku baca
Dengan cepat pak pimred ini menjawab, “ya, iyalah mereka itu kan nulisnya sering. Bahkan, yang tak bisa pun akan terbiasa jika ia terus menulis dan membaca.”
“Aku juga suka baca kok, bahkan diulang-ulang,” jawabku
“Iya, kamu mah dibaca doang tanpa dianalisis. Eta tah eta Suakaonline isiian geura-geura,” katanya dengan nada khas Cianjur Kidul.
“Iyeeey, tenang nanti suakaonline aku penuhin sama rubrik fresh,” jawabku sambil bercanda.
Malam minggu di Cimahi, sambil tiduran di kursi selamat tanggal 4 Desember.












