. . Pernah suatu hari, kamu bilang, hal yg paling kamu suka di dunia ini adalah mie instant. . Hampir tiap malam, aku menemanimu ke warmindo hanya untuk makan mie instant. "Mie instant terbaik dimasak oleh Aa' Warmindo", begitu sabdamu kala itu. . Jujur saja, aku benci mie instant. Tapi aku tak pernah keberatan menemanimu makan mie instant. Aku suka melihat matamu yg berbinar-binar bahagia saat makan mie instant dgn merk kesukaanmu. . "Jika suatu hari aku terlahir kembali, aku ingin jadi mie instant", katamu di hari lain. . Aku cukup deg-deg-an mendengarnya. Aku takut ada malaikat lewat dan alam semesta mengamininya. . Pikiran liarku kemudian memberiku hayalan: Jika kamu adalah mie instant, maka aku adalah air panas yg menyempurnakanmu. . Detik pertemuan sekaligus jadi detik perpisahan. Dgn begitu tiap pertemuan kita, bukanlah kebetulan, tapi Takdir. . Kamu ditakdirkan untukku. Aku ditakdirkan untukmu. . Menjadi mie instant dan air panas bukanlah pilihan yg buruk. Pada faktanya, takdir kita saat ini tdk jauh lbh baik, bersama tapi tak pernah jadi kekasih. . Kemudian di pekan yg lain, kamu bilang, kamu sangat suka senja. Aku buru-buru memotong idemu. Tidak. Jangan senja. Kumohon jangan. Itu terlalu sulit bagiku. . Kalau kamu jadi senja dan aku jadi langit, kita hanya akan bertemu di sore yg cerah. . Lantas, bgmn jika hatiku rindu padamu? Haruskah kubilang: Kita ditakdirkan bertemu, asalkan besok tidak hujan. . Terakhir kemarin, kamu bilang suka kopi. . "Aku ingin terlahir sebagai biji kopi", katamu sungguh-sungguh pagi itu sambil menyeruput segelas kopi pahit. . Tahukah kamu, cinta biji-biji kopi kepada barista adalah cinta terlarang. Kutukan. . Setiap barista yg kukenal mencintai setiap biji kopi yg bahkan, datang entah dari tanah yg mana. Induk yg mana. . Barista punya cinta yg begitu banyak utk dibagi-bagikan. Tidak cocok dgn gaya percintaanmu yg posesif. Barista akan melumat hatimu dlm permainan cinta tak terperi. . Karena(nya) aku lebih suka jadi petani daripada jadi mantan pacarmu. Hanya dgn begitu aku bisa terus bersamamu, menanam rindu di hatimu. . . #30haribercerita #pacarkecilku #BIC2017 #borobudur









