Bidadari Putih Bermata Sipit
Hari telah beranjak senja ketika kami memasuki gerbang Kota Lama. Di depan bangunan tiga lantai, tepatnya di seberang sungai yang membelah jalan itu, Dika menepikan mobil. Bangunan-bangunan kuno banyak berjajar sepanjang jalan itu. Tembok-tembok kokohnya seolah memakan bahu jalan.
“Dari salah satu ruangan di kantor yayasan di sebelah kiri kita inilah penggalan sejarah hidupku di tempat ini…
View On WordPress












