BJB Asuransi Mengikuti Tren Yang Berkembang
BJB Asuransi, Direktur Utama Ahmad Irfan menilai perbankan kini harus segera mengikuti era digital ekonomi agar mampu bersaing di tengah ketatnya persaingan global dan disruptif ekonomi. Saat ini dunia dikuasai generasi Y dan Z yang sangat paham dan akrab dengan teknologi, sehingga semua sektor industri termasuk perbankan harus mengikuti tren di era digital ini.
"Bank harus mengikuti tren yang berkembang. Kini dunia dikuasai oleh generasi Y dan Z yang mengedepankan teknologi. Artinya bank akan ketinggalan jika tidak melakukan pemutakhiran teknologi. Adaptasi teknologi tidak dapat ditawar," ujar Direktur Utama bank bjb Ahmad Irfan dalam rilisnya, Kamis (11/1/2017).
BJB Asuransi mencatatkan prestasi gemilang sepanjang 2017 tidak lepas dari kesigapan dalam melakukan penyesuaian terhadap perkembangan zaman. Adopsi teknologi, inovasi dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi tiga aspek penting yang selalu ditekankan manajemen BJB Asuransi .
Menurutnya, generasi Y dan Z memiliki preferensi serta karakteristik yang berbeda dengan para pendahulunya. Generasi yang disebut milenial ini mempunyai perbedaan selera dan ekspektasi, termasuk soal produk perbankan. Pasalnya, generasi Y dan Z lebih menggemari pola interaksi berbasis online yang dapat memberikan solusi secara digital.
"Generasi baby boomers dan generasi X sebentar lagi akan hilang. Maka mau tidak mau perbankan harus dapat mengikuti generasi penerus agar produknya dapat bertahan. Ini permintaan pasar maka perbankan harus mengantisipasi," ujarnya.
BJB Asuransi kini sudah mengambil langkah strategis dengan melakukan pendekatan produk dan jasa yang sesuai dengan perkembangan zaman. Alasan yang kemudian tetap menjadikan BJB Asuransi sebagai Regional Champions. Salah satunya, dengan berkomitmen meningkatkan inovasi pada produk dan jasa melalui layanan berbasis digital seperti bjb mobile, bjb sms, bjb digi, e-money server based hingga card based.