Dreamocel Riki Safelane Dota 2 Ranked Match
seen from China

seen from Australia

seen from Netherlands

seen from Malaysia

seen from Brazil
seen from Türkiye

seen from Malaysia
seen from Singapore

seen from China
seen from China
seen from Czechia
seen from Russia
seen from China

seen from United Kingdom
seen from United Kingdom
seen from China
seen from China
seen from Australia
seen from United States

seen from United States
Dreamocel Riki Safelane Dota 2 Ranked Match
Berlabuh dari XCN, Kro Temukan Rumah Baru di Recca
Akhir bulan November lalu, XCN mengumumkan perombakan roster besar-besaran dengan melepas tiga pemain yakni wnd, kro, dan blazeking. Tiga pemain ini dilepas mengikuti kepergian sang kapten ACE yang juga belum lama mengumumkan kepergiannya dari tim tersebut. Sembari Tejas menemukan rumah barunya bersama tim barunya di India, William "Kro" Adinata saat ini juga telah mendapatkan tempat baru bersama tim Indonesia yang memang terkenal di kancah esports CS:GO yakni Recca. Masuknya kro ke Recca ternyata menggantikan posisi salah satu pemainnya yang harus 'cabut' dari tim tersebut. Pada pengumuman masuknya kro ke tim Recca semalan, tim ini juga mengumumkan keluarnya Albert "Frostmisty" Giovanni dari tim Recca. Frostmisty telah menjadi bagian dari tim Recca selama dua tahun dan saat ini posisinya sebagai riffle digantikan oleh Kro. Belum diketahui apakah Frostmistyakan mencari tim baru untuk bermain atau akan vakum untuk sementara waktu. Namun tentu saja dengan pengalaman serta bakat yang dimiliki oleh Frostmisty, akan banyak tim esports yang meliriknya. Kira-kira menurut sobat esports, Frostmisty akan berlabuh ke mana nih? Sementara itu, sejak kepergian Ace dari XCN, posisi tim tersebut di IESPL CS:GO semakin menurun. Sempat berada pada puncak klasemen.lokalgame.com saat ini XCN harus tegar bertahan di posisi ketiga, di bawah BOOM.ID. Posisi pertama klasemen IESPL saat ini dipegang oleh Recca dan dengan masuknya kro ke tim ini, tampaknya mereka akan semakin kuat mempertahankan posisi puncaknya. Read the full article
Lolos ke Bucharest Minor, Ukur Peluang BOOM ID versus OG
Gamer Indonesia lagi panas-panasnya! Setelah dua pemain asal tanah air yang bermain untuk Tigers berhasil menjuarai turnamen Minor Pro Circuit, kini giliran tim yang utuh Indopride siap menyusul. Siapa lagi kalau bukan BOOM ID, pasukan #hungrybeast! Tim berbalut jersey merah-hitam ini memastikan diri lolos ke Bucharest Minor (4/12), setelah menuntaskan perlawanan tim asal Filipina, Clutch Gamers, dengan skor 2-1. Bila diingat-ingat, penantian BOOM ID untuk event Pro Circuit perdananya cukup panjang. Mendominasi scene DOTA 2 nasional selama setahun lebih, mereka kerap kandas di qualifier regional untuk menuju turnamen Pro Circuit. Namun secara perlahan, pergantian yang mereka lakukan mulai berdampak positif. Mengganti InYourDream dengan Fbz, sampai loyalis SaintDeLucaz di tukar youngster Mikoto, akhirnya pintu Minor terbuka dan mereka akan berangkat menuju Bucharest, untuk bertanding tanggal 9-13 Januari tahun depan. Sejauh ini, baru OG, NiP, dan KeeN Gaming yang bakal 'temani' BOOM ID di ajang minor kedua tersebut. Bisa dipastikan OG dengan reputasi juara The International 8 akan jadi lawan terberat. Seberapa besar ya peluang tim anak bangsa ini bila menghadapi OG? Mari kita sama-sama analisa head to head dari tiap role dan siapa yang bakal unggul! https://twitter.com/boomesportsid/status/1068825874923835392?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E1068825874923835392&ref_url=https%3A%2F%2Fesports.id%2Fdota-2%2Fnews%2F2018%2F12%2F7dc1c7653ac42a05642a667959c12239%2Flolos-ke-bucharest-minor-ukur-peluang-boom-id-versus-og CARRY: Dreamocel vs Busen/Pajkatt Hero favorit : Slark, Monkey King (Dreamocel) / Drow Ranger, Anti-Mage (Pajkatt) Keunggulan : Kreatif, Agresif (Dreamocel) / Pengalaman, Serbabisa (Pajkatt) Kekurangan : Terlalu agresif, berpotensi over-extend (Dreamocel) / Kurang galak (Pajkatt) Pajkatt punya pengalaman main bertahun-tahun dalam level kompetisi DOTA 2 tertinggi. Namun Dreamocel punya reputasi sebagai pemain carry yang disegani di SEA. Bakatnya sudah terendus tim-tim besar Asia Tenggara, hanya saja integritasnya untuk membela tim tanah air lebih besar daripada sekedar tanda tangan kontrak dengan tim luar. Dengan riwayat karir profesionalnya yang panjang, Pajkatt dinilai kurang galak sebagai carry. Banyak pula pendapat yang mengatakan bahwa dia tidak sebaik Ana yang memutuskan pensiun kedua kalinya. Di lain pihak, Dreamocel adalah pemain yang super kreatif, meledak-ledak, dan bermental baik. Kemampuannya menggunakan ragam hero carry ke potensi maksimal menjadi modal fleksibilitas BOOM ID dalam drafting, Randy juga lihai dalam menilai situasi untuk farm atau melakukan kill, serta tak menciut meski lawan beri tekanan tinggi ke laning-nya. "BOOM ID dengan Dreamocel diuntungkan 60%-40% dibanding Pajkatt." Mau tahu match-up selanjutnya? Cek halaman kedua yah! *** Read the full article
EVOS Esports Berhasil Jadi Juara PUBGM Level Up!
Setelah kualifikasi selama 2 minggu, Level Up! by Lokalgame PUBG Mobile telah memasuki babak grand final. Ada 20 tim baik dari jalur direct invite maupun dari open qualifier saling bertarung untuk memperebutkan juara pertama. Akhirnya, EVOS Esports berhasil menjadi juara setelah unggul dari 19 tim lain. Kualifikasi berlangsung selama dua hari dan menggunakan empat mode yang sama yaitu TPP Miramar, TPP Erangel, TPP Sanhok, dan FPP Erangel.
Di hari pertama, EVOS Esports langsung tancap gas sejak awal dengan berhasil meraih Chicken Dinner di map pertama. Namun Bigetron Esports yang juga ada si kembar Luxxy dan Zuxxy berhasil meraih Chicken Dinner di map kedua. Di map ketiga, salah satu tim yang lolos dari open qualifier, Chiefs berhasil meraih Chicken Dinner. Bigetron Esports lagi-lagi berhasil meraih Chicken Dinner di map keempat, namun sayang EVOS Esports kembali meraih Chicken Dinner di map kelima.
Dengan hasil ini, EVOS Esports berhasil memimpin klasemen di hari pertama disusul dengan Bigetron Esports yang meraih peringkat kedua. Menariknya, meski tidak mendapat Chicken Dinner, RRQ tampil stabil dengan meraih tiga kali peringkat kedua yang membuat mereka berada di peringkat ketiga di hari pertama. Hari kedua tampak begitu sengit dengan BOOM ID yang berhasil meraih Chicken Dinner di map keenam. Namun Bigetron Esports berhasil meraih Chicken Dinner di map ketujuh, EVOS meraih peringkat ketiga untuk map ini.
PG.BarracX yang diperkuat Okky Ozora peraih Terminator PINC 2018 akhirnya berhasil Chicken Dinner di map kedelapan. Namun mental juara EVOS ditunjukkan dengan meraih Chicken Dinner di map kesembilan. Map terakhir akhirnya dimenangkan Reborn Team yang juga salah satu tim dari open qualifier. Dengan hasil ini, hasil yang sama terjadi di hari kedua dengan EVOS yang menjadi juara di Level Up! by lokalgame disusul dengan Bigetron Esports yang meraih peringkat kedua. Peringkat ketiga diraih oleh BOOM.ID yang bermain sangat baik di hari kedua. Menariknya hanya dua tim dari open qualfier yang meraih 10 besar yaitu Chiefsyang meraih peringkat 6 dan Reine Des Rois yang meraih peringkat 9. No Too Soon Club yang meraih juara wave pertama dan Nara Esports yang meraih juara di wave kedua, tidak terlalu bermain baik saat grand final dengan raihan peringkat 15 dan 16. Tidak lengkap rasanya jika tidak melakukan wawancara kepada juara pertama yang diwakili oleh EVOS.Jeixy. Ia mengaku lawan-lawan yang dihadapi di grand final merupakan tim lama yang menurutnya memiliki kualitas sangat baik dan ia sudah mengenali mereka. “Jadi kalau di turnamen itu pintar-pintaran saja karena semuanya aim-nya sudah jago, terus juga ya mental sama zona yang penting,” katanya. Lalu apa kunci kemenangan mereka? “Ya, karena latihan sama pengalaman sih. Kita banyak melakukan kesalahan sebelumnya dan kita evaluasi terus agar bisa lebih baik dan coba ubah role masing-masing mana yang cocok,” tambahnya. Sekali lagi, selamat untuk EVOS Esports dan sampai berjumpa di turnamen berikutnya dari lokalgame.com. Jangan lupa stay tune terus di jejaring sosial media milik lokalgame untuk tahu berita esports dan turnamen terbaru dari kami. Read the full article
Tak Mampu Lolos Major & Minor, Tigers Lambat Adaptasi?
Nasib si juara Minor pertama musim Pro Circuit 2018/2019, Tigers mulai buram. Debut mengesankan mereka gagal dipertahankan setelah terdepak dari kualifikasi Chongqing Major, dan juga Bucharest Minor. Tigers gugur dari Chongqing Major karena kalah saing dari BOOM.ID di fase grup. Berikutnya, upaya tembus Major lewat Minor juga urung setelah dihempaskan SGD, di babak 16 besar open qualifier. https://twitter.com/tigers_dota/status/1061600188215644166?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E1061600188215644166&ref_url=https%3A%2F%2Fesports.id%2Fdota-2%2Fnews%2F2018%2F12%2Ff15d337c70078947cfe1b5d6f0ed3f13%2Ftak-mampu-lolos-major--minor-tigers-lambat-adaptasi Beberapa faktor mencuat mengenai penurunan performa Tigers dan berdampak pada hasil negatif yang mereka raih. Satu yang paling memungkinkan adalah bermuara pada perubahan di patch 7.20. Bukan hal baru bahwa beberapa tim kerap mengalami kesulitan adaptasi dari patch terbaru. Seakan enggan keluar dari zona nyaman, ternyata memang tak mudah nyetel karakter dengan perubahan drastis apalagi bila yang diutak-atik menyangkut hero andalan, gaya main, serta pola drafting. Beberapa hero andalan Tigers di patch sebelumnya mulai menghilang dari peredaran, misalnya Phantom Lancer. Kalaupun ada kesempatan mengendalikan Terrorblade atau Morphling, kemungkinan musuh mem-ban atau kalau tidak mengamankan keduanya lebih dulu. Hal ini memaksa Tigers berimprovisasi dengan berbagai hero seperti Phantom Assasin, Brewmaster, dan hero meta patch 7.20x, namun masih negatif. Bahkan Tigers mulai konsisten menukar k'wonderkid jadi carry dan mempercayakan mid ke Ah Jit, tapi keadaan tak berubah banyak. K'wonderkid tetap mengalami pressure tinggi saat laning, plus pemakaian hero yang cenderung cari mangsa tanpa aspek penunjuang farm yang baik seperti PA, musuh kerap memanfaatkan ini sebagai keuntungan. Alhasil k'wonderkid suka tertinggal dalam farm dan Tigers makin keteteran seiring game berjalan. Read the full article
Superioritas BOOM ID Gugurkan Tigers di Chongqing Major
Duel panas terjadi semalam (27/11) yang mempertemukan tim terbaik Indonesia, BOOM ID, hadapi pemain kebanggaan tanah air, InYourDream/k'wonderkid dan Xepher, dalam tim Tigers. Meski masih berstatus laga kualifikasi untuk Chongqing Major, namun kedua tim sajikan permainan yang sengit dan menarik. Berbumbu intrik seputar IYD, yang merupakan mantan kesayangan BOOM ID, apalagi keberhasilan pemain bernama lengkap Muhammad Rizky ini menyabet gelar juara turnamen Pro Circuit seakan menyiratkan keputusan tepat darinya untuk meninggalkan tim berslogan 'Hungry Beast' tersebut. Tapi, BOOM ID telah melakukan perombakan masif dengan menyewa jasa pelatih sekaliber Chan "WinteR" Litt Binn yang kenyang pengalaman, kemudian mendatangkan pemain muda berbakat Mikoto sebagai pengisi lubang yang ditinggalkan oleh SaintDeLucaz. Tak ayal, trisula dari BOOM ID (Dreamocel, fbz, & Mikoto) menjadi salah satu yang paling mematikan di Asia Tenggara, dan pastinya paling "nendang" untuk ukuran nasional. Pada akhirnya, BOOM ID pun mampu tumbangkan Tigers dengan skor 2-1, walau tertinggal dulu oleh aksi Phantom Assasin dari IYD di game pertama. Namun, di game kedua ada peningkatan performa dari BOOM ID terutama Dreamocel dengan Morphling dan Monkey King andalannya yang luput dari pengawasan. Tigers harus membayar mahal kesalahannya dan merelakan upaya menembus Major kedua musim ini tertunda. Meski demikian, masih ada kesempatan untuk lolos ke Chongqing Major via menjadi jawara di Bucharest Minor seperti halnya yang mereka lakukan sebelumnya. Mampukah Tigers mengulang kisah sama? Sementara itu, BOOM ID akan melanjutkan perjalanan mereka melawan TNC siang nanti (27/11). Berikan dukungan terbaikmu agar BOOM ID lolos Chongqing Major guys! *** Read the full article
Indonesia Kirim Wakil ke IEF, Kompetisi Esports Internasional antar Mahasiswa!
Mungkin tidak banyak yang tahu kalau Indonesia mengirimkan wakilnya di IEF 2018. Ajang tersebut sendiri merupakan turnamen esports yang mempertemukan mahasiswa dari seluruh dunia. Turnamen ini diadakan di Jeju, Korea Selatan pada 23-26 November 2018. Tidak hanya Indonesia, sebanyak 20 negara juga mengikuti turnamen ini seperti Amerika Serikat, Cina, Rusia, Jerman, Swedia, dan masih banyak lagi. Ada tiga cabang yang dipertandingkan yaitu League of Legends, Pentastorm atau Arena of Valor, dan Hearthstone. Indonesia sendiri mengirimkan untuk cabang LoL dan Hearthstone. Untuk League of Legends diwakili oleh Universitas Pelita Harapan, sedangkan cabang Hearthstone diwakili oleh Novan “nexok40” Kristianto. Pemain dengan nickname nexok40 tersebut juga merupakan sempat menjadi perwakilan Indonesia untuk WESG 2017 dan masih menjadi mahasiswa di Universitas Nasional. Berikut para pemain Universitas Pelita Harapan LoL: Yohanes “LagMaster” Sunarjo (Top) Paulus “BroDiamond” Winardi (Jungle) Leonard “Roventus” Antonius (Mid) David “Ragevid” Candra (ADC) Florian “Wolfy” George (Support)
Mungkin diantara kalian yang mengikuti scene LoL tentu mengenal sosok Wolfy. Ia sebelumnya pernah merasakan liga profesional yaitu LoL Garuda Series (LGS) saat bermain di Mahameru GG dan Resilience Esports. Terakhir, ia menjadi pelatih di Armored Project dan berhasil membawa mereka mewakili Indonesia di Hyperplay 2018. Sebelumnya, ia bersama UPH Eksdi menjadi perwakilan Indonesia di LOL International Collegiate Championship (LICC 2016) yang saat itu diadakan di Taiwan. Saat wawancara, Wolfy mengaku kaget bisa mendapatkan invite secara langsung untuk hadir di turnamen tersebut. “Sebenarnya agak kaget karena sudah tidak bermain kompetitif selama kurang lebih 8 bulan, tiba-tiba diundang langsung ke event internasional. Sempat dikira scam, tapi setelah dijelaskan mengenai event-nya seperti apa akhirnya saya percaya. Di luar negeri ada kualifikasinya dan Indonesia masih masuk tahap percobaan karena yang punya tim esports kampus di Indonesia masih terhitung jari,” katanya. Berbeda dengan LICC 2016 yang masih boleh mengambil pemain luar Universitas, kali ini semua pemain wajib berasal dari Universitas yang sama. “Lumayan kesulitan juga buat cari, sebenarnya juga ditawarkan Hearthstone namun karena tidak ada pemain kompetitif di kampus akhirnya bertemulah dengan Novan (nexok40) yang juga ikut,” katanya. Wolfy yang menjadi satu-satunya pemain tersisa saat mewakili LICC menceritakan kampusnya tidak mengijinkannya untuk bertanding di turnamen tersebut. “Masih sama saat LICC dulu, berbeda dengan kampusnya Novan yang sudah memberi ijin,” katanya.
Nexok40 sendiri mengaku kehadiran IEF 2018 yang juga menghadirkan Hearthstone semakin meluaskan event Hearthstone. “Sayangnya ramenya hanya di luar ditambah lagi Korea juga banyak pemain Hearthstone. Semoga di dalam negeri juga ikut menyusul,” ujar pemain yang saat ini berada di naungan BOOM ID. Mari kita dukung perjuangan perwakilan Indonesia di IEF 2018, semoga bisa membawa pulang hasil yang menggembirakan! Read the full article
Aura Esports Pakai Jasa 'Ahli RTS' di Kualifikasi Nasional
Laga kualifikasi nasional untuk ajang ESL Indonesia Championship 2018 sudah berlangsung sejak kemarin (14/11), dan mungkin luput dari perhatian kita bahwa gelombang kualifikasi pertama sudah mendekati akhir. Ada nama BOOM ID sebagai salah satu grand finalist, meski tanpa offlaner andalannya, SaintDeLucaz, yang terbukti masih tangguh untuk scene lokal.
Grand finalist kedua terhitung nama baru di kancah perdotaan, tapi sudah berhasil kalahkan tim kuat seperti PG.BarracX. Mereka adalah Aura Esports yang kini diperkuat mantan pemain Star8, Visery, serta satu nama lain yang menarik perhatian dalam skuadnya. Terkenal dengan kemampuannya bermain multiple unitatau micro skill kala berkostum XCN, dia adalah Darcy “Godot” Jose. Kembalinya 'Si Ahli RTS' asal Australia ini untuk membela tim Indonesia bakal memperketat persaingan DOTA 2 tanah air, apalagi tak banyak pemain asing yang berkiprah di dalam negeri dan miliki kemampuan sesuai ekspektasi. Menurut jadwal, kedua tim akan mempertandingkan laga final pukul 13:00 WIB nanti (15/11) dalam format Bo3. Meski kedua tim sudah dipastikan qualified untuk berlaga di main event ESL Indonesia Championship 2018, namun rasanya perlu untuk mengetahui siapa pemenang dari kualifikasi pertama ini. Kualifikasi nasional untuk ESL Indonesia Championship terbagi dalam empat gelombang. Pertandingan hari ini (15/11) jadi penutup gelombang pertama. Kemudian berlanjut gelombang kedua tanggal 17 November. Sementara gelombang ketiga dijadwalkan tanggal 21 November, hingga pelaksanaan gelombang terakhir di tanggal 25 November. Apakah Godot mampu bawa Aura Esports mengangkangi tim-tim DOTA 2 jagoan lokal, bahkan menjuarai ESL Indonesia Championship 2018? Read the full article