you're in for a war, mate
bring it ON

seen from United States
seen from United States

seen from Germany
seen from United States
seen from Saudi Arabia
seen from Saudi Arabia

seen from Greece
seen from United States

seen from Italy
seen from United States

seen from United States
seen from Syria
seen from United States
seen from United States

seen from Saudi Arabia
seen from China

seen from Italy

seen from Japan

seen from United States
seen from China
you're in for a war, mate
bring it ON
Selama Dua Bulan, Puluhan Knalpot Brong Terjaring di Karangasem
BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM - Satuan Lalulintas Polres Karangasem sedikitnya telah menindak puluhan sepeda motor yang kedapatan menggunakan knalpot brong saat melintas di jalan raya Kabupaten Karangasem. Seperti diungkapkan Kasatlantas Polres Karangasem, AKP I Komang Sapta Pramana saat dikonfirmasi, Jumat (26/1/2024), penindakan dilakulan terhadap seluruh kendaraan yang menggunakan knalpot brong, baik itu roda dua maupun roda empat sesuai intruksi pusat. "Penindakan terhadap pengendara yang menggunakan knalpot brong merupakan instruksi dari pusat. Dalam dua bulan ini, sudah ada puluhan knalpot brong yang diamankan dari kendaraan sepeda motor, mobil hingga truk," kata Pramana. Dalam penindakan tersebut, pengguna knalpot brong didominasi sepeda motor dengan sebagian besar pengendaranya dari kalangan pelajar. Saat proses penindakanseluruh kendaraan yang terjaring langsung dibawa ke Polres Karangasem. Untuk pengendaranya diberikan surat tilang serta membuat pernyataan dan membayar denda. Setelah itu, baru kendaraannya bisa dibawa pulang dengan catatan knalpot langsung diganti ke standarnya langsung di tempat. “Untuk knalpot brongnya kita sita dan akan dimusnahkan bersama dengan barang bukti lainnya dari Reskrim,” terangnya.(st/bpn) Read the full article
TULUNGAGUNG,Suara Jember News - Respon cepat keluhan masyarakat saat digelar Jumat Curhat pekan lalu, Polres Tulungagung Polda Jatim menggelar razia di malam hari pada titik - titik rawan gangguan kamtibmas sesuai informasi warga.Hasilnya, sebanyak 62 unit Roda 2 dan 1 Roda 4 disita Satuan Lalu lintas (Satlantas) Polres Tulungagung dalam pelaksanaan Razia malam minggu dan malam senin.Dalam dua malam razia yang dilakukan di sejumlah wilayah diantaranya seputaran Alon – Alon kota, Jalan Abdul Fatah Pasar Wage, sepanjang jalan Pahlawan hingga jalan Jayeng Kusumo Ngantru dan area Pinka kecamatan Kota Tulungagung.Kasat Lantas Polres Tulungagung AKP Rahandy Gusti Pradana melalui Kasi Humas Polres Iptu Anshori mengatakan, 63 unit kendaraan tersebut hasil dari razia dua malam berturut – turut.Pada razia Sabtu (04/02/2023) malam ada sebanyak 39 unit R2 dan pada Minggu (05/02/2023) malam ada sebanyak 24 unit ranmor terdiri dari 23 unit R2 dan 1 unit R4.“Dari hasil razia kami dua malam ada sebanyak 62 unit R2 yang kedapatan menggunakan knalpot brong dan 1 unit R4 kita lakukan penyitaan," ujarnya,Senin (6/2).Penyitaan 1 unit kendaraan R4 dilakukan karena kedapatan tidak memenuhi kelengkapan surat – suratnya.Razia tersebut dilakukan dalam rangka untuk Harkamtibmas di wilayah Kabupaten Tulungagung.Terlebih penggunaan knalpot brong dianggap berpotensi mengganggu bagi pengguna jalan lainnya dalam berkendara.“Ini sebagai bentuk respon kami terkait banyaknya informasi dan aduan dari masyarakat saat Jumat Curhat pekan lalu bahwa masih banyaknya penggunaan knalpot brong yang digunakan balap liar dan arak – arakan sehingga dapat mengganggu bagi kenyamanan pengguna jalan lain maupun masyarakat,” ungkapnya.Selanjutnya, Iptu Anshori mengatakan untuk puluhan kendaraan yang telah disita tersebut bisa diambil kembali oleh pemiliknya dengan syarat mengganti knalpotnya sesuai dengan standartnya serta memenuhi kelengkapan kendaraan lainnya dan menyelesaikan sanksi dendanya di persidangan.“Unit bisa diambil kembali setelah pelanggar mengganti knalpotnya sesuai dengan standartnya dan memenuhi kelengkapan lainnya serta sudah menyelesaikan sangsi administrasinya,” tegasnya.Razia serupa lanjut Iptu Anshori akan dilakukan secara kontinyu demi memberikan rasa aman bagi pengguna jalan dan masyarakat.Untuk itu pihaknya terus menghimbau kepada masyarakat agar selalu mematuhi peraturan Lalu Lintas demi terciptanya Kamseltibcar Lalu – Lintas. (Sunarto)
“Proud Black Men Refuse To Stay Where Vichy Rules,” Toronto Star. January 29, 1942. Page 10. ---- Brongs Defy Arrest to Escape to British Territory ---- STRONG ANTI-NAZIS --- By ROBERT BENJAMIN Akkra, African Gold Coast, Jan. 29 - (UP) - The Vichy government has been snubbed by Africa’s Brong chieftains and hundreds of their tribesmen who have abandoned their homes on the French Ivory Coast to cross into British Ashanti, it was learned today.
The French tried to prevent the exodus, it was understood, and arrested some women and children, but hundreds of Brongs, led by chiefs whose relatives had died in service against the Nazis, escaped to British territory on January 17.
They were welcomed by British officials the Gold Coast governments will provide them with accommodations and food until they can return to their own country.
The silent procession of Brongs, whose French Jaman territory is inhabited by more than 200,000 tribesmen, was led by Nana Koje Agyeman, head chief of French Jaman, his son, Nana Kwame Adinkra, sub chief of the Brongs, and the queen mother of Jaman.
They were followed by elders of the tribe and others who bore proudly the regalia of the reigning family and other properties.
The chiefs, who were pro-French at the outbreak of war, said they were unable to comprehend the changed attitude of the Vichy government. The French Red Cross had received from 1,000 Brongs a contribution of 450,000 francs and both the head chief, who is too old for active leadership, and his son, who conducts the state regency possess the French republican medal for distinguished service to the empire.
Nana Adinkra’s three brothers fought the Nazis. One died in service at Bouake (a railroad town 160 miles inland on the French Ivory coast), the second was lost on a torpedoed ship, and the third is a war prisoner in Germany.
The head chief explained proudly that he had given his word to seek revenge on the Nazis for their crimes.