New Post has been published on CaraMedis.com
New Post has been published on http://www.caramedis.com/seputar-gejala-dan-pemicu-terjadinya-penyakit-asma/
Seputar Gejala dan Pemicu Terjadinya Penyakit Asma
Seputar Gejala dan Pemicu Terjadinya Penyakit Asma – Asma adalah peradangan kronis yang umum terjadi pada saluran napas yang ditandai dengan gejala yang bervariasi dan berulang, penyumbatan saluran napas yang bersifat spasme bronkus dan reversibe. Asma merupakan jenis penyakit paru-paru yang terjadi akibat radang dan penyempitan saluran pernapasan. Tanda dan gejala orang yang menderita asma dapat diketahui adalah pernapasan yang berbunyi, seolah-olah orang bersiul, terutama sekali apabila penderita mengembuskan napasnya.
Meski demikian tidak semua penderita asma ditandai dengan nafas yang berbunyi, ada juga yang mengalami batuk, terutama pada waktu malam atau setelah melakukan aktivitas fisik. Terkadang batuk yang dialami lebih dari seminggu. Serangan asma yang dialami, tidak selalu sama bagi setiap orang. Ada yang hanya mengalami sedikit rasa sesak napas, yang lain mungkin mengalami sesak napas yang parah setiap hari.
Selain itu, penderita asma akan merasakan sesak napas dan dada terasa berat. Asma terjadi akibat saluran napas mengalami penyempitan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu sehingga kemudian menyebabkan peradangan dan penyempitan yang bersifat sementara. Keadaan seperti itu menunjukkan bahwa asma merupakan sejenis penyakit yang tidak menentu dan ini secara tidak langsung menjelaskan mengapa penyakit asma itu sendiri sulit dikendalikan.
Penyebab Munculnya Asma Pada Seseorang
Penyebab Munculnya Asma
Serangan asma terjadi dikerenakan terdapat perubahan di dalam saluran pernapasan. Perubahan yang dimaksudkan adalah inflamasi atau bengkak dan selanjutnya mengakibatkan saluran pernapasan menyempit serta peka terhadap rangsangan dari luar. Pembengkakan dalam saluran pernapasan mudah mengalami iritasi. Selanjutnya lendir yang pekat akan dihasilkan dan menyumbat saluran pernapasan. Penderita asma akan mulai batuk ketika berusaha untuk mengosongkan saluran pernapasan yang tersumbat. Jika inflamasi sering dan terus terjadi, lapisan saluran pernapasan akan menjadi tebal secara pemanen. Oleh karena itu, kondisi ini kemudian dapat mengakibatkan penderita lebih sulit bernapas.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push();
Banyak kalangan kedokteran menganggap bahwa bronkokonstriksi adalah gangguan pernapasan akut dan belum merupakan penyakit asma. Tanda dan gejala dari bronkokonstriksi yang diakibatkan oleh pemicu tersebut hanya berlangsung singkat dan lebih mudah untuk diatasi. Akan tetapi saluran pernapasan akan semakin cepat bereaksi bila sudah terjadi peradangan. Beberapa pemicu terjadinya bronkokonstriksi antara lain :
Polusi udara (asap rokok. Asap kendaraan, partikel debu, dan lain- lain);
Perubahan cuaca dan suhu udara yang ekstrem;
Obat-obatan tertentu;
Infeksi saluran pernapasan;
Aktivitas fisik tertentu yang berlebihan;
Zat –zat pengharum parfum atau bau-bauan yang merangsang;
Gangguan emosional;
Makanan-makanan tertentu, bahan pengawet, penyedap, dan pewarna makanan;
Tanda dan Gejala Penyakit Asma Yang Sering Terjadi
Tanda dan Gejala Penyakit Asma
Gejala asma yang dapat diidentifikasi secara umum adalah sesak napas, batuk berdahak, dan timbulnya bunyi saat menarik napas. Gejala tersebut biasanya timbul pada pagi hari menjelang waktu subuh, hal ini disebabkan karena pengaruh keseimbangan hormon kortisol yang kadarnya rendah ketika pagi hari serta beberapa faktor pemicu lainnya.
Penderita asma akan merasakan sesak napas karena sewaktu bernapas udara tidak dapat mengalir dengan lancar karena penyimpitan saluran pernapasan, hal ini juga menjadikan timbulnya bunyi pada saat si penderita sedang bernapas. Pada penderita asma, penyempitan saluran pernapasan yang terjadi dapat berupa pengerutan dan tertutupnya saluran disebabkan dahak yang diproduksi secara berlebihan sehingga kemudian penderita juga akan mengalami batuk sebagai bentuk respons untuk mengeluarkan dahak itu sendiri.







