Madre
Sumber foto: pribadi Terdiri dari 13 karya Dee selama lima tahun (2006 - 2011), berupa prosa pendek dan puisi, Madre hadir dengan berbagai tema. Mulai dari perjuangan toko roti kuno, dialog antara ibu dan janinnya, dilema antara cinta dan persahabatan, hingga reinkarnasi dan cinta tanah air. Madre juga merupakan judul salah satu prosa pendek di buku ini. Yang juga bagian terfavorit saya. Bercerita tentang perjuangan menghidupkan kembali sebuah toko roti kuno, Madre hadir dengan alur cepat dan penuh kejutan, tapi tetap menyenangkan! Atau memang hal tersebut yang membuat kisah ini menyenangkan(?)
“Apa rasanya sejarah hidup kita berubah dalam sehari? Darah saya mendadak seperempat Tionghoa, nenek saya ternyata tukang roti, dan dia, bersama kakek yang tidak saya kenal, mewariskan anggota keluarga yang tidak pernah saya tahu: Madre.”
“Saya cari di Google, kata ‘Madre’ itu ternyata berasal dari bahasa Spanyol, artinya ‘ibu’. Madre, Sang Adonan Biang, lahir sebelum ibu kandung saya. Dan dia bahkan sanggup hidup lebih panjang dari penciptanya.” “Mengerikan.”
Ada lagi yang lebih ajaib dari kisah adonan biang pengembang roti. Yaitu tentang seseorang yang begitu kau kenal kemudian berubah drastis menjadi guru sebuah padepokan, menjadi seorang asing bagimu. Juga kisah ajaib sekaligus gila tentang reinkarnasi.
Madre tak hanya suguhkan kisah-kisah di luar logika pembaca, tapi juga berbagi renungan tentang pribadi, sampai ibu pertiwi.
Dan saya menikmatinya.
Penulis: Dee/ Dewi Lestari Cetakan Pertama: Juni 2011 Penerbit: PT. Bentang Pustaka Jumlah halaman: 160 hlm.
















