Jujur aku belum pernah baca buku lain dari Hanum dan Rangga, jadi ini buku pertama karya mereka yang aku baca. Menurutku buku ini lebih ke memoar ya dari pada novel. Karena isinya lebih ke perjuangannya Hanum dan Rangga untuk memperoleh anak. Berawal dari omongan "aku ga punya anak juga ga pa pa", mulailah berbagai ujian ini muncul termasuk ujian susah punya anak. Terlihat perjuangan Hanum dan Rangga untuk memperoleh keturunan sedemikian sengit. Mengorbankan waktu dan materi sedemikian banyak, berulang kali gagal inseminasi di tanah air dan di luar negeri, berulang kali gagal bayi tabung juga. Sampai menuju puncak kepasrahan dari mba Hanum-nya sendiri. Siapin tissue deh kalau sudah masuk ke bagian ini, karena rasa sedih, kecewa, susah payah tersampaikan persis kepada pembaca. Aku harus bersyukur karena aku sudah punya 1 anak dan itu ga sulit. Salut kepada Mas Rangga sebagai suami yang selalu ada untuk menguatkan dan menghibur istrinya. Ada hal lain yang menarik di buku ini, buku ini ditulis dengan 3 sudut pandang yang berbeda. Sarahza yang melihat calon orang tuanya dari Lauhul Mahfuz, Mba Hanum, dan Mas Rangga. Pelajaran yang bisa di ambil dari buku ini, berhati-hatilah dalam bertutur kata, pasrah dengan takdir dan tetap berdo'a, karena usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil. I am Sarahza | Hanum & Rangga | @bukurepublika | Sparks Joy 😍😍 #ikarireads #reviewbuku #reviewbukunonfiksi #bukumemoar #iamsarahza #penerbitrepublika #bookstagramreview #bookstagram #bookstagramindonesia #gocengchallenge21 https://www.instagram.com/p/CKOALg0glPf/?igshid=xqqwat29rkc2










