Jamba pesta penikahan adalah kemewahan tersendiri yang dipersembahkan oleh "bako" (familiy dari pihak suku bapak) untuk merayakan pesta anak pisangnya atau anak bako (si anak yang menikah dari sudut pandang keluarga bapak). Jamba dibawa pada arak-arakan bako di jalan-jalan utama kampung untuk menarik atensi publik atas kebahagian dan berita baru dari keluarganya. Dengan sendirinya arak-arakan menjadi media kreatif lokal yang lahir dari adab dan berkembang sebagai tradisi. Jamba di setiap nagari di Minangkabau hampir beragam, di Buluah Kasok, Sijunjung, jamba ini terdiri dari nasi kuning sebagai badan utama, serta sapulik itam, yang ditata dengan citraan visual khas, dipotong segitiga dan disusun, lalu ditambahi botiah menjadi titik-titik putih. Kemudian dipuncaknya dihiasi batang (tulang daun pisang) yang menancap potongan kain kecil dan manik. Kemewahan adat yang tercermin dari tradisi kuliner ini, tak lepas dari pada keahlian bakonya atau ibu-ibu dalam "BAKUREH" memadu bahan makanan. Koleksi arsip @gubuakkopi Buluh Kasok, 2016. #DAURSUBUR #BAKUREH #LAPUAK2DIKAJANGI #solokmilikwarga #buluhkasok #sijunjung #jamba #tradisikuliner #kulinerminang #tradisi #bararak (at Sijunjung, Sumatera Barat, Indonesia)












