Terletak di kawasan pinggiran utara Bandung, pada tanah tinggi, di sisi kiri jalan Setiabudi, menuju Lembang. Villa Isola (sekarang bernama ‘Bumi Siliwangi’) adalah salah satu bangunan bergaya Arsitektur Art Deco yang banyak dijumpai di Bandung. Villa ini dibangun pada tahun 1933, milik seorang hartawan Belanda bernama Dominique Williem Barretty seorang “raja koran” keturunan indo Jawa-Belanda, yang sangat kaya-raya. Kehidupannya konon sangat mewah dan glamour pada masanya Pembangunan vila ini pun dilakukan pada masa krisis global, namun Tuan Berretty sanggup mengeluarkan uang guldennya yang sangat mahal (sekitar 250 milyar rupiah lebih hari ini) untuk membayar seorang Arsitek terkemuka saat itu yaitu Charles Prosper Wolff Schoemaker. Kemudian bangunan mewah yang dijadikan rumah tinggal ini dijual dan menjadi bagian dari Hotel Savoy Homann. Perkembangan selanjutnya, ia dijadikan Gedung IKIP (sekarang UPI) dan digunakan sebagai kantor rektorat UPI. Walau berarsitektur modern, gedung ini memasukkan konsep tradisional dengan filsafat arsitektur Jawa bersumbu kosmik utara-selatan seperti halnya Gedung Utama ITB dan Gedung Sate. Orientasi kosmik ini diperkuat dengan taman memanjang di depan gedung ini yang tegak lurus dengan sumbu melintang bangunan kearah Gunung tangkuban Prahu. Bangunan berlantai tiga, dengan lantai terbawah lebih rendah dari permukaan jalan raya, disebabkan karena topografinya tidak rata. Tanah sekeliling luas terbuka, dibuat taman yang berteras-teras melengkung mengikuti permukaan tanahnya. Sudut bangunan melengkung membentuk seperempat lingkaran. Secara keseluruhan bangunan dan taman bagaikan air bergelombang yang timbul karena benda jatuh dari atasnya, sehingga gedung ini merupakan penyesuaian arsitektural antara bangunan terhadap lingkungannya. #villaisola #bumisiliwangi #upi #savoyhomann #bandung #indonesia #architecture #artdeco #arsitektur #colonial https://www.instagram.com/p/BolyYB_Al74/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=17a3ma2zm0ohl









