Ada cerita lucu tentang makan sirih-pinang ini. Seorang misionaris baru tiba di Timor. Minggu pertama ia jalan-jalan ke pasar untuk melihat-lihat. Di sana ia menemukan bahwa banyak orang Timor yang kena kanker mulut, karena ia melihat bahwamulut mereka bengkak dan keluar darah.Lalu ia bertanya kepada pelayannya, apa yang terjadi dengan orang-orang ini, mengapa merekatidak berobat ke dokter?Sang pelayan menjawab, itu bukan penyakit pater. Orang-orang itu makan sirih dan tembako.Tembakonya disisipkan di bibir atas sehingga kelihatan seperti bengkak dan air yang keluar adalah air sirih pinang. Sang misionaris berusaha untuk mengerti sambil mengangguk-angguk.Itulah pemandangan yang akan kita jumpai ketika berkunjung ke kampung-kampung di Timor. Ketika kita berkunjung ke rumah-rumah, pertama-tama kita akan disuguhi sirih pinang sebagai tanda penyambutan tamu.Hampir setiap rumah di Timor pasti memiliki tempat sirih atau dalam bahasa dawan disebut “kabi”, suku Dawan TTS menyebutnya “okomama”.Sebagian wilayah di Timor menambahkan tembako sebagai pelengkapnya. Jadilah pasangan: sirih – pinang – kapur – Tembako, tapi yang berlaku umum adalah sirih-pinang-kapur. Kita bertanya, dari mana saja tradisi makan sirih pinang ini?Asal-usul Tradisi Sirih PinangAsal-usulnya tradisi makan sirih pinang ini tidak diketahui secara pasti. Namun, dari cerita-ceritasastra, dikatakan bahwa tradisi ini berasal dari India.Tetapi selain dari India, tradisi makan sirih pinang juga telah dikenal oleh masyarakat Asia Tenggara.Ada juga catatan para musafir Tiongkok yang mengungkapkan bahwa sirih dan pinang sudah dikonsumsi sejak dua abad sebelum Masehi.Tradisi makan sirih ini tersebar di Asia dan terutama di Negara-negara Asia Tenggara seperti Thailand, Vietnam, Laos, Kamboja dan Malaysia.Tradisi ini melekat dengan masyarakat Malayu sehingga tersebar di seluruh pelosok Indonesia, mulai dari Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi,Maluku, Papua, Sumba dan Timor. 😁😁😁😁 #okomama #sirihpinang #cat_lepar #budayaindonesia #budayatimor














