Nggak Marah, tapi Kesal aja
Bahtera pernikahan yang sudah di jalani hampir 4 tahun membuat banyak netizen yang terlalu sibuk membicarakan kami. Mulai dari belum di hadirkan si buah hati sampai, apa-apa yang harus kami miliki.
“jangan kebanyakkan kerja mulu sampai lupa buat anak?”
whatt!!! buat anak lupa? di kira langsung buat, si baby langsung jadi gitu??
“Jangan pelihara kucing, nanti ndak jadi-jadi buat baby”
tapi anehnya yang ngomong gini di lanjutkan dengan “kucingnya untuk aku aja...” kaaan ingin ku berkata kasar
Sebagian orang suka lupa, bahwa kehadiran seorang anak itu rezeki dan bukankah masing-masing diri kita sepakat bahwa rezeki itu sudah ada yang mengatur, bahkan ketika ada yang berusaha mencari rezeki hingga berdarah-darah tetap saja masih kekurangan?
akhir-akhir ini, kalau ada kawan sejawat yang bertanya tentang kenapa belum punya baby, ku jawab saja, “udah tahu kapan matinya? kalo belum bisa jawab, nggak usah tanya-tanya yang oranglain ndak bisa jawab”
kalau di renungi lebih dalam, aku bisa saja bersedih, tapi buat apa? Karna aku yakin kehadiran buah hati itu akan datang di saat yang tepat, dan Tuhan tahu itu.













