Ketika kamu merasa kecewa, “Jika kita mau, mungkin kita bisa menuliskan jutaan kekecewaan yang kita alami setiap hari terhadap orang lain, terhadap cuaca, bahkan terhadap dunia. Lalu mengunggahnya di berbagai akun media sosial, mengirimnya ke berbagai surat kabar, dalam bentuk keluh-keluhan. Agar semua orang tahu bahwa kita kecewa. Tapi, untuk apa? Apa itu membuat rasa kecewa tersebut hilang? Apa itu membuat kita merasa lebih baik? Mungkin ya, rasa kecewa kita hilang dan ya, kita merasa lebih baik. Tapi, tahan berapa lama? Yakin rasa kecewa ini tidak menumpuk? Dalam “celengan” hati kita layaknya tabungan?” Dikutip dari buku Happiness Laboratory ( Meramu Kebahagiaan Hakiki ) @Urfaqurrotaainy @Literaturia Chapter ini menjadi salah satu reminder bagi saya sekaligus membuka sudut-sudut baru untuk memandang hidup terlebih ketika saya merasakan kecewa terhadap suatu hal yang saya lalui ntah kecewa karena apapun itu. Tidak selamanya setiap kekecewaan itu harus kita tunjukan yang ada hanya akan membuat semakin tenggelam. Setiap orang pasti pernah mengalami sebuah kekecewaan baik itu yang mengecewakan ataupun yang dikecewakan. Tapi, Pilihan untuk tetap bahagia ada ditangan. Percayalah akan selalu ada hal yang bisa dipetik dalam setiap kejadian begitupun dalam setiap kekecewaan. Ini chapter buku bagian favorit saya. Mana chapter buku favoritmu? Yuk berbagi chapter buku favorit mu! #Literaturia #LitChallenges #CBOTDChallenge












