Aku tak peduli..sungguh tak peduli…
Ini aku, kau genggam hatiku…
Simpan di dalam lubuk hatimu...
Tak tersisa untuk diriku, habis semua rasa di dada…
Selamat tinggal, kisah tak berujung…
Kiniku kan berhenti berharap…
Perpisahan kali ini untukku…
Akan menjadi kisah sedih yang tak berujung…
Lagu miliknya Glen Fredly melantun indah di music media playerku, tapi menancap sempurna di hatiku saat ini. Katakanlah aku sedang patah, sedang tertatih menata hati kembali. Hampir sebulan uring-uringan. Dan hari ini aku terlalu muak dengan kisah ini. Aku terlalu bodoh terkungkung terlalu lama. Selama bertahun-tahun aku mampu berdiri sendiri, kenapa ketika seseorang datang menawarkan kebersamaan semu, aku buru-buru percaya. Sebenarnya tidak teralu buru-buru, dia bukan orang baru dihidupku. Tapi kurang lebih satu tahun terakhir, dia intens ada dihari-hariku. Salahku, benteng yang ku bangun kokoh dengan begitu saja ku biarkan diruntuhkan dalam hitungan bulan. Dan akhirnya, rasa sakit itu dengan ganasnya menyerbu seluruh titik pertahanan yang telahku buat. Yah, beruntungnya aku mampu bertahan, dengan sisa-sisa kekuatan yang ku punya. Aku mampu berdiri kembali. Aku kembali, kembali dengan hati yang baru, melupakan hal yang teramat menyakitkan itu. Aku berhak bahagia atas hidupku sendiri. Dengan atau tanpanya. Aku selalu percaya dengan magic words ini “Jika sesuatu ditakdirkan untukmu, dia tidak akan pernah melewatkanmu.” Percaya atau tidak kata-kata ini yang menguatkanku sampai hari ini. Bahwa aku lupa, rencana terbaikku belum tentu baik bagiNya dan sebaik-baiknya perencana adalah diriNya. Aku berhenti menyesali apa yang telah terjadi, tidak akan ada gunanya, tidak akan ada ubahnya. Perubahan hanya akan terjadi jika kita bergerak. Maka aku akan berjalan meninggalkan kisah ini sebagai pelajaran untuk hidupku kedepannya. Masalah hati memang tidak ada habisnya. Maka sebaik-baiknya yang dilakukan adalah memintanya kepada sang maha pembolak-balik hati. Menyerahkan semua padaNya.