Rutinitas=Mati?
"Rutinitas itu Akan Membuat Kamu Mati" - Pak Dedi
Terhitung sudah satu tahun lebih saya resmi menjadi 'bukan mahasiswa' lagi. Babak kehidupan yang barupun sudah saya jalani satu tahun ini, dan jika saya menilik kebelakang, ternyata ada satu hal yang menarik dari dunia kerja dengan dunia kuliah. Dunia kerja itu memiliki potensi bosan yang sangat besar, sedangkan dunia kuliah potensi bosannya kecil? eh iya gak sih? Misalnya nih, kalo di kampus ya, bosen belajar ada pelarian ikut organisasi kemahasiswaan, petangtang petengteng dari satu acara ke acara yang lain.
Jika di dunia kerja? hm... Mungkin tulisan ini akan sangat-sangat subjektif ya. Karena ini benar-benar berangkat dari pengalaman pribadi saja.
Sudah satu tahun lebih, kegiatan Senin-Jumat saya hampir sama dari hari ke hari. Bangun, mandi, siap-siap, pergi sarpan di warung bude sambil nonton sinteron, terus berangkat ke kantor, kerja, pulang, ketemu orang, tidur. Gitu aja terus. Kalo kata salah satu dosen di kelas dulu (duh jadi kangen kuliah), orang yang melakukan kegiatan yang rutin setiap hari memiliki potensi menjadi korban kejahatan yang tinggi. Lalu saya?
Ya, tapi setelah memasuki dunia kerja sebenarnya kita juga diajarkan perihal tanggung jawab. Ya, sadar gak sadar, sekarang kita sudah benar-benar bertanggung jawab dengan diri kita sendiri. Kalo masih jadi mahasiswa mungkin masih ada subsidi dari orang tua. Tapi kalo sekarang? hm.. -Tanggung jawab disini tidak melulu merujuk kepada hal yang bersifat materi ya.-
Oleh karena itu, kala bosan melanda rutinistas kita di dunia kerja. Ternyata kita tidak bisa seenak itu untuk pergi meninggalkan pekerjaan tersebut. Oleh karenanya, hal yang bisa kita lakukan saat ini adalah memvariasikan pola. Setidaknya itu yang sedang saya lakukan.
Saya jadi teringat dengan sebuah kalimat yang dimuat di caption IG teman saya, dia menulis "Jangan terlalu sibuk mencari apa yang belum kita dapatkan, tapi lupa mencintai apa yang sedang kita miliki." Beuuuh, Joss yes, kalimatnya!
Variasi rutinitas yang sudah saya lakukan saat ini ya sedehana-sedehana saja. Misalnya, biasanya berangkat kerja menggunakan kerata, merubah jadi pakai angkot. Biasanya meja saya di kantor ada di dekat pintu, sekarang pindah ke deket jendela. Biasanya setiap hari pantengin Berita Nasional, sekarang pantenginnya berita-berita nasional yang mecin. Dan, ternyata sedikit banyak inovasi tersebut lumayan memperbaiki mood saya saat bekerja.
Jadi, silahkan di coba tips Penting Gak Penting ini. Dan, jangan lupa bersyukur atas semua hal baik yang kita miliki hari ini :).











