Persinggungan Masa Lalu
Suatu ketika, saya yang baru keluar stasiun memutuskan untuk memesan Grab Car dari Kranji ke Bekasi Selatan. Biasanya saya memesan ojek online, tapi entah mengapa ketika itu saya berubah pikiran untuk memesan taksi online.
Ketika pesanan saya terkonfirmasi, saya mendapati nama driver nya seperti familiar dengan pengalaman interaksi masa lalu saya ketika saya masih santri SMP. Hingga akhirnya sebuah mobil datang menghampiri saya. Seseorang dari dalam mobil membuka kaca dan memulai pembicaraan.
A : "Mas Grand ya
G : "Iya kak, saya naik ya"
Setelah mobil berjalan selama satu menit, saya mulai membuka pembicaraan.
G : "Albin Cantona ya kak nama lengkapnya?"
A : "Iya mas, lho kok tau?"
G : "Alumni angkatan 3 kan? Al Binaa?"
A : "Iya, kok bisa tau sih, wah seneng gue dapet customer sesama anak al binaa haha baru kali ini, udah 10 tahun kali ya ngga ke sana lagi gue. Eh gimana kabarnya ustadz edi?, ustadz yudi?"
Obrolan kami pun berlangsung seru sekali. Ia ternyata sudah menikah dan pada awalnya ia tinggal di Denpasar. Ia memutuskan untuk pindah ke Bekasi, dan memulai karirnya dari awal sebagai driver.
A : "Gimana ya Grand, dulu mungkin gue sempet nakal gitu ya, sampe gue keluar Al Binaa pas SMP, terus bebas, kelar sekolah, kerja, nikah, terus nyari duit. Lama-lama kek gue ngerasa duit gue kejar-kejar kok rasanya gitu-gitu aja ya. Kerjaan di Denpasar malah lebih gede duitnya dibanding di sini, tapi kok dulu rasanya ga pernah ya ada rasa cukup. Terus pas abis nikah gue pindah ke sini. Duitnya ga segede dulu tapi rasanya ya cukup aja."
G : "Kayak dunia tuh ga bakal pernah ada batas atasnya gitu ya."
A : "Iya, dan suatu saat mungkin lo akan ngerasain"
Trip nya tidak terlalu jauh, sehingga kami harus berpisah kendati obrolan kami terasa hangat sekali. Ketika saya akan turun, ia berkelakar.
A : "Kalau lo nanti ke pesantren, salam ya ke mereka, barangkali masih ada yang inget"
G : "hehe iya kak albin, semoga nanti bisa ketemu lagi ya"
A : "I hope so, assalamualaikum"
Mobilnya kemudian semakin menjauh. Ia membunyikan klakson sebagai tanda perpisahan. Saya pun melambaikan tangan.
Cerita ini memang sungguh sederhana. Tapi bagi saya, betapa menyenangkan pertemuan kejutan yang terjadi hari ini
Terimakasih ya Allah









