Satu Hari Satu Cerita #CeritaRamadhan10
10 HARI PERTAMA. Tak terasa sudah masuk 10 hari pertama puasa Ramadhan. Sungguh cepat sekali waktu berlalu. Baru kemarin rasanya kita menunggu detik-detik pergantian malam Sya’ban ke Ramadhan, menunggu hasil sidang isbat, ketika sudah ditetapkan malamnya berangkat ke masjid untuk Tarawih. Momen itu yang selalu dinanti-nantikan setiap tahunnya.
10 hari pertama, adalah waktu penyesuaian. Setiap hari kita makan dan minum, masuk bulan Ramadhan kita stop untuk makan dan minum di siang hari. Rasa-rasanya pasti berat di awal, apalagi bagi kita yang tak terbiasa puasa sunnah misal Senin-Kamis, harus bangun malam, sholat tahajud di lanjut sahur. Awal berat, lama kelamaan akan terbiasa. Kalau sudah jauh menyelami ke dalam, kita akan membutuhkan bulan Ramadhan, bukan hanya sebagai kewajiban. Kita akan sangat merindukannya, dan berharap semoga dipertemukan dengan Ramadhan berikutnya.
Ramadhan menurut ahli sufi adalah bulan riyadhoh, bulan latihan batin. Latihan untuk menahan lapar dan dahaga, latihan untuk memperbanyak amal ibadah, latihan untuk menahan hawa nafsu dan emosi. Hari demi hari, kita isi dengan hal-hal kebaikan, sebisa mungkin kebiasaan yang kurang baik yang mungkin masih suka kita lakukan dihindari. Ketika keluar dari bulan Ramadhan, kebiasaan yang kurang baik itu akan tergantikan dengan kebaikan-kebaikan yang kita latih selama berpuasa. Kebaikan itu akan menghiasi hari kita, dan ketakwaan – in sha Allah – akan kita peroleh. Oleh karenanya, bulan Ramadhan menjadi bulan pembelajaran.









