1/30 Prolog dan Pergantian Tahun Kemarin, disaat saya sedang menyelesaikan pekerjaan kantor, @candramertha mengirimkan saya sebuat tautan tentang ajakan untuk menulis rutin di @30haribercerita . Kami pernah melakukan hal yang mirip di medio 2016. Menulis rutin di blog berbasis wordpress, bukan di Instagram; selama 33 hari, bukan 30 hari. Apakah berjalan lancar? Syukurnya ya. Hingga hari ke-33, tidak seharipun kami alpa menulis. Ajakan Candra saya sambut baik, meskipun saya sempat hendak menolak karena selain tanggung jawab yang akan lebih padat di 2017 daripada di 2016, juga ada beberapa artikel ilmiah dan dua buku yang hendak saya selesaikan di tahun 2017. Namun tak apa, saya hanya harus lebih piawai mengatur waktu dan toh ini hanya 30hari. Saya juga ingin merekam apa-apa yang saya kerjakan di awal tahun ini. Pergantian tahun 2016 menuju tahun 2017 saya lalui bersama rekan-rekan sekantor. Acara tahunan yang sejak tahun 2014 rutin dilakukan karena memang hampir semuanya adalah perantau. Tahun ini tak seramai tahun-tahun sebelumnya. Cuti bersama 2 Januari yang jatuh di hari senin menggoda banyak teman untuk kembali ke rumah. Tentu saja. Tahun 2016, masih seperti tahun-tahun sebelumnya, kami memanggang ayam dan jenis-jenis ikan untuk kemudian dimakan bersama sembari menunggu pergantian tahun yang akan disemarakkan riuh kembang api dari perumahan mewah di sebelah kantor. Betul saja, menjelang pukul 00.00 saya mendengar dentuman bersahutan disertai kilau cantik berwarna-warni. Indah memang. Namun, jika saya mengingat dampaknya untuk lingkungan dan betapa itu sangat mengganggu hewan sekitar, saya tak sanggup untuk ikut bersuka. Saya memilih untuk masuk ke ruang istirahat dan melantunkan beberapa harapan untuk saya dan keluarga di tahun 2017. Halo, 2017. Selamat datang. Semoga aku bisa melaluimu dengan menjadi aku yang terbaik dengan baik 😊. #30haribercerita #30hbc1701 #CeritaSaka #PergantianTahun










