New Post has been published on INTELIJEN
New Post has been published on http://www.intelijen.co.id/chatib-basri-masuk-kabinet-jokowi-ini-catatan-buruk-versi-cedes/
Chatib Basri Masuk Kabinet Jokowi? Ini Catatan Buruk versi CEDeS
intelijen – Sejumlah nama muncul mengiringi isu reshuffle kabinet yang akan dilakukan Presiden Joko Widodo. Track record tokoh yang muncul mulai dikritisi sejumlah pihak, salah satunya adalah ekonom Chatib Basri.
Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS) Edy Mulyadi menilai, Chatib Basri sebagai penganut dan pejuang ekonomi mazhab neolib yang setia dan tangguh. Kepada intelijen (24/06), Edy Mulyadi mengungkapkan bahwa pemikiran-pemikiran Chatib Basri ketika masih jadi pengamat ekonomi sangat gamblang menjelaskan betapa setianya Chatib dengan neolib.
“Konsistensinya pada mazhab ekonomi neolib yang banyak menyengsarakan nasib rakyat negara-negara berkembang itu, mulai mendapat saluran ketika duduk di lingkar kekuasaan. Sejumlah jabatan penting pernah disandangnya. Antara lain, penasehat khusus Menteri Keuangan Republik Indonesia (2006-2010), Sherpa Indonesia untuk G-20 (2008), dan Deputi Menteri Keuangan untuk G-20 (2006-2010), dan akhirnya menjadi Menteri Keuangan,” ungkap Edy.
Kata Edy, kemampuan mengeksekusi berbagai kebijakan yang menguntungkan “majikan asingnya” tersebut makin terwujud saat menjadi Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Juni 2012.
“Parkirnya Chatib Basri di BKPM menjadi jaminan lancarnya komunikasi para investor asing dalam pengamanan dan pengembangbiakan aset-investasi mereka di Indonesia. Saat itulah BKPM lagi-lagi menjadi jembatan kepentingan asing terhadap Indonesia,” ungkap Edy.
Edy juga mengatakan, Chatib Basri pernah mengeluarkan pernyataan yang menggegerkan publik, yakni: “Kantongi saja nasionalismemu itu”. “Pernyataan kelewat berani tersebut, paling tidak, disampaikannya saat diskusi tentang divestasi PT Indosat di sebuah stasiun televisi swasta,” jelas Edy.
Lanjut Edy, pada Pansus Bank Century, Chatib dengan tegas membela kebijakan yang terindikasi memenuhi unsur pidana itu. Dia hanya mengakui skandal Century adalah bukti lemahnya pengawasan perbankan.
var hupso_services_c=new Array("twitter","facebook_like","facebook_send","google","pinterest","linkedin");var hupso_counters_lang = "en_US";var hupso_image_folder_url = "";var hupso_title_c="Chatib Basri Masuk Kabinet Jokowi? Ini , Negara Semakin Rusak oleh Neolib"";