“senantiasa” dan Proses Kelahiran yang Panjang
Beberapa hari yang lalu akhirnya saya memanjakan telinga dengan mendengarkan “senantiasa” yang merupakan album pertama “cigarettes wedding”, sebuah unit shoegaze/post-rock asal Pekanbaru.
Terus terang belum sampai setahun mengenal band ini, saya hanya mengenal sosok El Kautsar Nazer atau yang lebih dikenal dengan sebutan “Bang El”. Beberapa kali mendapat kesempatan mendengarkan cerita beliau tentang dunia musik di Jawa maupun Sumatra.
Tidak pernah terpikirkan sebelumnya untuk memuntahkan semua cerita yang saya dengar kedalam bentuk tulisan, hingga akhirnya inspirasi datang melalui sebuah CD yang saya dengarkan.
Saya mencium aroma Efek Rumah Kaca, The Milo, dan Explosion In The Sky yang pekat seusai mendengarkan satu putaran penuh ke-8 lagu dalam album “senantiasa” ini. Sampai saya menemukan karakter dari “cigarettes wedding” setelah beberapa kali mendengarkan CD tersebut.
“1989”, “Cerita Langit”, “First Paragraph”, “Jerat Hilang”, “Tissue of Quotations”, “Ufuk Barat”, “Senja Tinggi”, dan “Senantiasa” merupakan lagu-lagu pamungkas yang butuh waktu hingga lima tahun untuk mengemasnya menjadi satu album utuh setelah sebelumnya beberapa lagu sudah dirilis secara terpisah.
“Senja Tinggi” (2012) merupakan single pertama yang dilepas oleh cigarettes wedding dan dijadikan judul album EP (rilis 2014). “Tissue of Quotations” dirilis pada tahun berikutnya, 2013 merupakan satu-satunya lagu dengan teks berbahasa Inggris.
28 Oktober 2016 cigarettes wedding merilis sebuah single bertajuk “1989” serta mem-publish sebuah video lirik dalam akun YouTube milik Rekam Ragam. Sebuah video musik yang menggambarkan keceriaan masa kanak-kanak.
Pada 29 April 2017, cigarettes wedding kembali merilis sebuah video dari single “Cerita Langit” tentang kabut asap dan pembalakan liar di Riau beberapa waktu lalu dalam akun YouTube-nya dengan melibatkan pemain bass dari band UTBBYS, Ferdian Yuren untuk mengisi suara latar dan narasi.
Sebuah penantian panjang (Mei 2012 - Maret 2017) band beranggotakan El Kautsar Nazer (vokal), Tengku M Fadli (bass, vokal latar), Rachmat Harahap (gitar, keyboard), Arri J Pratama (gitar, keyboard), dan Adeltra S Nugraha (drum) ini sejak didirikan November 2011 hingga akhirnya mampu merilis format full album perdana mereka “senantiasa” pada 17 Juli lalu.
Proses pembuatan album ini memakan waktu yang cukup lama lebih dikarenakan jarak personilnya yang berbeda antara Bandung - Pekanbaru. Semua lagu direkam di Rizon Studio Pekanbaru, sedangkan untuk pengambilan vokal pada lagu “1989”, “Jerat Hilang” dan “Cerita Langit” dilakukan di Red Studio Bandung yang dibantu oleh Indra Severus dan Hadian dalam proses mixing dan mastering. Sedangkan untuk ilustrasi dan desain album dibantu oleh A Jims Zulkarnaen dan Anton Yuniasmono.
Album “senantiasa” ini setidaknya memberi angin segar untuk kota Pekanbaru, merupakan titik awal perjalanan yang masih cukup panjang “cigarettes wedding” dalam menemukan jati dirinya di ranah musik shoegaze/post-rock sehingga diharapkan mampu mengobarkan semangat band-band indie Pekanbaru lain untuk juga memiliki keberanian dalam berkarya khususnya di bidang musik. (- fifin)
Media sosial:
Twitter -> https://twitter.com/cigarwedding
Instagram -> https://www.instagram.com/cigaretteswedding_pku/
Facebook -> https://web.facebook.com/CigarettesWedding/
Reverbnation -> https://www.reverbnation.com/cigaretteswedding
(semua foto dalam tulisan ini diambil dari akun instagram cigarettes wedding)
















