Sebatas Pernah
Kau dan aku sekarang menjadi dua anak manusia yang saling mengasingkan Meskipun pada nyatanya,kau dan aku masih ingat perihal pintalan kenangan antara kita Aku tidak akan menyalahkanmu atas perpisahan ini Atau menghakimimu sebagai pelaku yang telah menghianati dan membodohiku berkali-kali Katakanlah aku hanya bernostalgia tentangmu Tak lagi mengusik,dan tak lagi merindu Secerca tanya masih mengiang pada bagian labirin ingatan Jika saja kau berniat meninggalkan,lantas mengapa kau mengimingiku dengan seberkas masa depan dan kebersamaan? Aku tahu,mungkin ada beberapa bagian yang tidak membuatmu merasa nyaman Akan tetapi,tidak bisakah perpisahan yang dulu kau awali dengan kejujuran? Jika saja kau mengatakan yang sebenarnya,mungkin luka ini tak begitu menganga Jika saja jawaban dan alasanmu sebab tak ingin membuatku terluka Lantas kau pikir aku sudah melupakan segala dengan mudahnya?
Dengar Aku sudah memaafkanmu,meski sebenarnya tidak cukup mudah Dan maaf,caramu meninggalkanku masih kuingat dengan jelas Ya,setiap inchi dari rumitnya kisah yang kau sengaja bersamanya Teruntuk kamu tuan,maksudku mantan Semoga kau tak menyesal dikemudian Tapi tunggu,aku tidak katakan bahwa diriku lebih baik darinya Hanya saja,keadilan masih berlaku didunia bukan? Bukan dendam, melainkan perihal keadilan dari Tuhan Dan teruntuk diriku di masa depan Tolong maafkan diriku ini yang pernah menggilai seseorang Hingga melupakan arti sebuah kemuliaan Terimakasih Tuhan Luka ini cukup melegakan Salam
writeby : @astrisulistyorini || -perempuanyangberbeda-














