The Power of “gapapa”
Kamu pasti pernah merasakan banyak hal yang terjadi dalam hidupmu tidak sesuai dengan rencana. Kamu barangkali sering mengalami apa-apa yang kamu harapkan pada orang lain tidak sejalan bagaimana mestinya. Saat kamu berencana menikah di usia tertentu, namun kenyataan berkata nanti dulu. Saat kamu ingin lulus kuliah predikat cumlaude dan terbaik , nyatanya predikat itu lebih berpihak ke teman sebangkumu. Selepas lulus, statusmu berubah menjadi jobseeker baru yang sedang berjuang mencari pekerjaan, namun yang didapat hanya tolakan yang bertubi. Atau bisa saja hilang data presentasi kantor yang baru saja dibuat justru di menit-menit terdekat menuju waktumu presentasi. Kecewa adalah pilihan kata yang tepat untuk menggambarkan keadaanmu saat itu.
Kamu ingin marah padahal kamu tahu marah tidak pernah mengubah keadaan menjadi lebih baik. Rasanya seperti ingin memaki namun kamu mengerti memaki justru memperburuk diri sendiri. Lalu kamu hanya terdiam, tertunduk lesu menginsyafi diri. Seberapa jauh diri ini ingin melangkah, kamu lupa ada Tuhan yang lebih menguasai keadaan diri dan segala kondisi hati.
Akhirnya kamu hanya bisa mengatakan pada diri sendiri “gapapa, ayo coba lagi”, bisa jadi kejadian tidak enak ini jauh lebih disukai Tuhanku. Gapapa, kalo aku ikhlas menerima, Allah akan gantikan dengan yang lebih baik. Gapapa, aku punya Allah yang ahlinya mengatur segala urusanku. Tidak mudah memang menerima keadaan yang tidak kita harapkan. Namun yakinlah ada satu benteng dalam diri yang mampu mengalahkan keraguan dan kekecewaan kita. Ialah iman.













