Hari masih gelap ketika kami sampai di pantai Lenggoksono, Dampit, Malang. Ini adalah liburan bersama sekelas yang pertama. Untuk menyegarkan otak setelah menjalani sidang TPPA dan sidang KP. Juga untuk menjaga keakraban kelas.
Medan yang harus ditempuh untuk sampai ke sini terbilang cukup berat. Kita harus naik turun bukit yang curam. Hampir sama seperti perjalanan ke Semeru dulu. Bedanya di sini aspalnya lebih bagus.
Selepas sholat Subuh aku dan beberapa teman berjalan-jalan di tepian pantai. Ombaknya cukup deras. Agak ngeri juga sih sebenarnya. Tapi bisa memandang lautan luas, serta mendengakan irama deburan ombak yang syahdu, tak bisa kita nikmati setiap hari, bukan?
Ketika matahari mulai naik, kami bergegas menyewa perahu untuk menyeberang ke tempat tujuan. Ada tiga destinasi yang bisa dikunjungi di sini: Banyu Anjlok, Kletakan dan Bolu-bolu.
Salah satu pengalaman menarik di sini adalah ketika naik perahu. Pertama kita harus membantu pemilik perahu mendorong perahu hingga agak ke tengah. Kemudian menunggu momen yang tepat agar perahu ikut terbawa arus. Setelah berjalan, kita bisa menikmati air laut yang berkecipak dan angin yang menerpa wajah.
Lokasi pertama yang kami kunjungi adalah Banyu Anjlok. Ini adalah sebuah air terjun yang menghadap langsung ke pantai. Airnya jernih dan segar. Kita bisa bermain air sepuasnya di sini.
Setelah puas bermain di bawah air terjun Banyu Anjlok, kami pindah ke pantai Bolu-bolu. Di sini pemandangannya sungguh indah. Cocok banget untuk foto-foto. Selain itu, tentu kita bisa bermain pasir dan berenang di sini. Tapi aku tidak banyak bermain di sini. Karena airnya pedih kalau terkena mata. Dan rasa asinnya gak hilang-hilang kalau tidak sengaja masuk ke mulut.
Tujuan terakhir kami adalah Teluk Kletakan. Di sini kita bisa snorkeling dan melihat terumbu karang serta ikan-ikan. Ini adalah pengalaman pertamaku snorkeling. Menyenangkan sekaligus agak menakutkan. Karena aku tidak bisa renang, jadinya agak takut terbawa arus. Menyeimbangkan tubuh ketika menggunakan pelampung juga tidak mudah. Dan yang bikin pusing itu bantuan alat pernapasannya. Harus membiasakan diri bernapas lewat mulut.
Satu kata untuk tempat wisata ini: keren. Tapi pemerintah mesti lebih memperhatikan pelestarian tempat ini. Fasilitasnya juga harus diperbaiki. Terutama untuk MCK. Karena menurutku masih kurang sekali. Padahal itu kebutuhan yang sangat mendasar.