Lidah Tak Bertulang
Hari ini aku akan melakukan sebuah pengakuan dosa. Hal bodoh yang seharusnya dapat dihindari dari lisan ini. Sejatinya kemarin adalah hari yang penuh perenungan dan menjadi teguran bagi diri ini. Seharusnya lisan ini dapat berhenti dan tidak terus menari dan mengatakan berbagai omong kosong tak berarti.
Aku kembali merasa bodoh saat ini. Ketika mengetahui akan bahaya yang tercipta dari lidah tak bertulang ini.
Mungkin perkataan yang terucap pada akhirnya akan menjadi angin lalu. Tapi kita tidak pernah tau bisa jadi ada hati yang tersakiti atas hal yang di ucapakan. Bisa jadi ada prasangka tak baik yang pada akhirnya tersemat.
Lidah tak bertulang memang berbahaya. Ku sudah diingatkan untuk berhati-hati dengannya. Namun memang emosi dan kebodohan mengrogoti diri ini. Menjadi pengingat hari kemarin atas banyaknya hal-hal tak berarti yang sebelumnya pernah terucap.
Aku minta maaf. Aku tidak ingin membenarkan. Semoga Allah bersedia menutup aib kebodohan diri ini yang terlalu terlena dengan lidah, emosi, dan waktu yang mungkin tak sepenuhnya berarti.








