Tin Hambat Kanker Serviks Daun tin menghambat perkembangan sel kanker serviks Flavonoid (1) Redoyan lantas mengekstraksi setiap senyawa itu untuk serangkaian tes lebih lanjut. Ia menguji aktivitas antioksidan dan toksisitas yang dimiliki ketiga senyawa lebih dahulu. Hasil akhir kedua tes itu bertujuan untuk mengetahui senyawa yang paling berpotensi menghambat proliferasi alias perbanyakan sel kanker HeLa. Untuk menguji aktivitas antioksidan Redoyan menggunakan metode 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH). Hasilnya menunjukkan, ekstrak flavonoid mengandung antioksidan terbaik dengan nilai IC50 sebesar 150 ppm. Suatu senyawa memiliki kemampuan antioksidan sangat kuat bila nilai IC50 (Inhibition Consentration) kurang dari 50. Jika nilai IC50 bernilai 50-100, 100-150, atau 151-200 kemampuan antioksidannya masing-masing kuat, sedang, dan lemah. Adapun untuk menguji toksisitas, Redoyan menggunakan metode brine shrimp lethality (BSL). Berdasarkan uji BSL suatu senyawa disebut sangat beracun bila memiliki nilai LC50 di bawah 30 ppm. Apabila nilai LC50 antara 30-1.000 ppm maka senyawa dianggap beracun. Sementara bila nilai LC50 yang dimiliki di atas 1.000 ppm maka tidak mengandung racun. © @trubusmajalah "Tin Hambat Kanker Serviks" Edisi 560 Konsultasi dan pemesanan Http://wa.me/6281229470370 #tehtin #tehtincelup #dauntin #dauntinteh #dauntinjember #dauntinkering #dauntinsehat #dauntinbermanfaat #dauntinpamekasan #tehdauntin https://www.instagram.com/p/CCpaB3pHKfw/?igshid=12i1e4yk3b39p










